Demokrat Somasi Moeldoko Cs Agar Tidak Lagi Ngaku-ngaku Dan Pakai Atribut Partainya

Kepala Kantor Staf Preisden (KSP) Moeldoko usai penobatan sebagai ketua umum dalam KLB sepihak di Sibolangit, Deli Serdang/Net

Kepala Kantor Staf Preisden (KSP) Moeldoko beserta sejumlah nama lain yang menggagar Kongres Luar Biasa (KLB) mengatasnamakan diri sebagai Partai Demokrat di Deli Serdang akhirnya disomasi Tim Advokasi Partai Demokrat.

Moeldoko cs disomasi agar tidak melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengatasnamakan diri sebagai Partai Demokrat.

"Kami menegur para tersomir untuk menghentikan segala bentuk perbuatan melawan hukum sebagaimana dimaksud di atas, dengan seketika, sejak somasi ini disampaikan," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Senin (19/4).

Jika para tersomir masih tersomir masih menggunakan atribut, berbicara, membuat pernyataan, menunjukan sikap dan/atau melakukan tindakan yang mengatasnamakan dan seolah mencitrakan dirinya sebagai Partai Demokrat yang sah, maka kubu AHY akan mengambil tindakan tegas dengan melakukan segala upaya hukum.

Somasi, sambung Herzaky, dilakukan lantaran Moeldoko cs masih melakukan tindakan yang mengatasnamakan dan seolah-olah mencitrakan dirinya sebagai pihak dari Partai Demokrat yang sah. Mereka mengaku-ngaku sebagai DPP Partai Demokrat dengan menggunakan atribut Partai Demokrat.

Pdahal, Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merupakan Partai Demokrat yang sah sesuai dengan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham). Menkumham bahkan telah menolak permohonan pengesahan hasil KLB yang digelar kelompok Moeldoko.

Atas alasan itu, Tim Advokasi Partai Demokrat menilai apa yang dilakukan para Moeldoko dan kawan-kawan masuk dalam kualifikasi perbuatan melawan hukum, bertentangan dengan UU, AD/ART Partai Demokrat, dan bertentangan dengan Surat Keputusan Menkumham RI sebagaimana point 1," kata Herzaky.

Somasi ini sendiri ditujukan kepada sejumlah nama. Seperti Moeldoko, Jhoni Allen Marbun, Marzuki Alie, Darmizal, Max Sopacua, Muhammad Rahmad, dan seluruh peserta KLB di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Berikut poin somasi terbuka dari Tim Advokasi Partai Demokrat:

1. Bahwa Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Masa Bakti 2020-2025, yang sah adalah H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.SC, M.P.A, M.A, sebagaimana yang termaktub dalam Badan Hukum Partai Demokrat, AD/ART Partai Demokrat, dan Susunan Kepengurusan Partai Demokrat yang telah disahkan melalui Surat Keputusan MENKUMHAM RI No: M.MH-09.AH.11.01 Tahun 2020, Tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat, tanggal 18 Mei 2020, juncto Surat Keputusan MENKUMHAM RI No: M.HH-15.AH.11.01 Tahun 2020, Tentang Pengesahan Perubahan Susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Masa Bakti 2020-2025, tertanggal 27 Juli 2020, dan telah diterbitkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia Nomor: 15 tanggal 19 Februari 2021;

2. Bahwa pada tanggal, 5 Maret 2021 bertempat di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara telah dilaksanakan suatu pertemuan yang diklaimnya sebagai “KLB” Partai Demokrat. Dalam pertemuan tersebut, Para Tersomir menggunakan atribut-atribut antara lain seperti jaket, back drop, bendera, dan mars Partai Demokrat serta hal lainya. Atas dasar hal tersebut di atas, Para Tersomir kemudian mengajukan permohonan pengesahan pada MENKUMHAM RI. Kemudian pada tanggal 31 Maret 2021 MENKUMHAM RI mengumumkan kepada Para Tersomir dan masyarakat luas dengan menolak permohonan pengesahan yang diajukan oleh Para Tersomir;

3. Meskipun permohonan pengesahan yang diajukan Para Tersomir telah ditolak oleh MENKUMHAM RI, namun Para Tersomir masih tetap berbicara, membuat pernyataan, menunjukkan sikap dan/atau melakukan tindakan yang mengatasnamakan dan seolah-olah mencitrakan dirinya sebagai pihak dari Partai Demokrat yang sah dihadapan media, masyarakat luas dengan mengaku-ngaku sebagai DPP Partai Demokrat dengan menggunakan atribut Partai Demokrat. Perbuatan yang dilakukan oleh Para Tersomir tersebut di atas, dikualifikasi sebagai perbuatan melawan hukum, bertentangan dengan UU, AD/ART Partai Demokrat, dan bertentangan dengan Surat Keputusan MENKUMHAM RI sebagaimana point 1;

4. Oleh karena itu kami menegur Para Tersomir untuk menghentikan segala bentuk perbuatan melawan hukum sebagaimana dimaksud di atas, dengan seketika, sejak somasi ini disampaikan. Namun apabila Para Tersomir masih saja menggunakan atribut, berbicara, membuat pernyataan, menunjukan sikap dan/atau melakukan tindakan yang mengatasnamakan dan seolah mencitrakan dirinya sebagai Partai Demokrat yang sah, maka kami akan mengambil tindakan tegas dengan melakukan segala upaya hukum.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Menko Luhut Minta Masyarakat Menahan Diri Tidak Mudik Demi Menjaga Sanak Keluarga
Politik

Menko Luhut Minta Masyarakat..

13 Mei 2021 12:16
Imam Masjid Al Azhar Tidak Menyangka Jamaah Membludak Tapi Tetap Taat Prokes
Politik

Imam Masjid Al Azhar Tidak M..

13 Mei 2021 11:49
Firli Bahuri: Ramadhan Telah Beri Pelajaran Untuk Tidak Lakukan Praktik Korupsi
Politik

Firli Bahuri: Ramadhan Telah..

13 Mei 2021 11:28
Seperti Jokowi, Puan Maharani Gelar Shalat Idul Fitri Secara Sederhana Di Rumah Dinas
Politik

Seperti Jokowi, Puan Maharan..

13 Mei 2021 10:41
Khatib Masjid Al Azhar Ajak Umat Bantu Doa Dan Dana Untuk Palestina
Politik

Khatib Masjid Al Azhar Ajak ..

13 Mei 2021 10:13
Kembali Gelar Shalat Idul Fitri, Masjid Al Azhar Terapkan Prokes Ketat
Politik

Kembali Gelar Shalat Idul Fi..

13 Mei 2021 09:45
Presiden Jokowi Shalat Idulfitri Bareng Paspampres Di Halaman Istana Bogor
Politik

Presiden Jokowi Shalat Idulf..

13 Mei 2021 08:39
Doa Jokowi Di Hari Lebaran: Semoga Wabah Segera Sirna Dan Kita Kembali Bertatap Muka
Politik

Doa Jokowi Di Hari Lebaran: ..

13 Mei 2021 08:19