KPK Cegah Pengacara Lucas Ke Luar Negeri Untuk 6 Bulan Ke Depan

Pengacara Lucas (rompi oranye) dicekal KPK ke luar negeri/Net

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mencegah pengacara Lucas untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan terkait pengembangan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri menyatakan, pencegahan itu bertujuan untuk mendukung proses penyidikan.

"KPK terhitung sejak tanggal 8 April 2021 telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi Kumham RI untuk melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap 1 orang terkait dalam pengembangan penyidikan perkara dugaan korupsi dan TPPU dalam perkara pengurusan perkara di MA 2012-2016," ujar Ali kepada wartawan, Senin (19/4).

Pencegahan itu kata Ali, supaya Lucas dapat memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa dalam perkara ini.

"Pencegahan ke luar negeri ini tentu dalam rangka kepentingan pemeriksaan agar pada saat diperlukan untuk dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan, pihak tersebut tetap berada di wilayah Indonesia dan kooperatif hadir memenuhi panggilan penyidik KPK," pungkas Ali.

Sebelumnya, pada Jumat (16/4), KPK telah menaikan status penyidikan tindak pidana korupsi berupa dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan perkara dari Eddy Sindoro (ES) yang merupakan mantan Presiden Komisaris PT Lippo Group terhadap Nurhadi.

Nurhadi sebelumnya sudah divonis bersalah dalam perkara suap dan gratifikasi terkait pengaturan perkara di MA.

Nurhadi terbukti menerima suap dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto dan gratifikasi dari sejumlah pihak.

Nurhadi divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juga subsider 3 bulan kurungan. Akan tetapi, proses hukum hingga saat ini diketahui masih berjalan di tingkat banding.

Diketahui, Lucas memenangkan PK kasusnya yang diajukannya di MA. Putusan itu diketuk pada Rabu (7/4) nomor 78 PK/Pid.Sus/2021.

Dikabulkannya putusan itu, membuat Lucas mendapatkan empat kali potongan masa penjara. Lucas sebelumnya divonis tujuh tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Maret 2019.

Tak puas sampai di situ, Lucas kemudian mengajukan banding dan hukumannya dipangkas menjadi lima tahun. Dia kemudian mengajukan kasasi dan mendapatkan hadiah potongan penjara menjadi tiga tahun.

Kemudian Lucas melanjutkan mengambil langkah Peninjauan Kembali (PK) dan MA mengabulkan permintaannya untuk membebaskan dari segala tudingan.

Kolom Komentar


Video

Detik-detik Terakhir Ustaz Tengku Zulkarnain

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Gus Ami: Perusahaan Jangan Pura-pura Tidak Mampu Bayar THR
Politik

Gus Ami: Perusahaan Jangan P..

12 Mei 2021 12:15
Saran Din Syamsuddin: Jokowi Minta Maaf Soal Bipang Dan Umat Islam Memberi Maaf
Politik

Saran Din Syamsuddin: Jokowi..

12 Mei 2021 11:38
Kutuk Israel, MUI: Jika Dunia Mau Terbebas Dari Terorisme, Maka Penjajahan Harus Dihentikan
Politik

Kutuk Israel, MUI: Jika Duni..

12 Mei 2021 09:52
Didampingi Kapolri, Puan Maharani Tinjau Bandara Soetta Dan Tol Cikampek
Politik

Didampingi Kapolri, Puan Mah..

12 Mei 2021 09:42
Demi Perlakuan Yang Sama, Pegawai Di Setiap Lembaga Negara Harus ASN
Politik

Demi Perlakuan Yang Sama, Pe..

12 Mei 2021 08:47
Di Hari Terakhir Ramadhan, Mahfud MD Bersedih Melewatkan Kesempatan Beribadah
Politik

Di Hari Terakhir Ramadhan, M..

12 Mei 2021 08:21
Catatan Kemenhub: Mobil Yang Keluar Dari Jakarta Mencapai 138 Ribu Lebih Per Hari
Politik

Catatan Kemenhub: Mobil Yang..

12 Mei 2021 07:58
Saran Pimpinan Komisi III: Pegawai KPK Yang TMS Diprioritaskan Jadi Tenaga P3K
Politik

Saran Pimpinan Komisi III: P..

12 Mei 2021 07:35