Alumni ITB Ditangkap Polisi Korsel, Effendi Simbolon: Selama Tidak Melanggar, Kita Beri Perlindungan Hukum

Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon/Net

Masyarakat diminta untuk bersabar menunggu hasil investigasi kedutaan atas kasus yang menjerat MRAP, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang ditangkap polisi Korea Selatan atas dugaan terlibat kasus voice pishing.

Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon juga meminta agar Kementerian Luar Negeri RI segera memberi tahu perkembangan terkini mengenai nasib yang dialami WNI yang tengah menyelesaikan pendidikan master dan doktoralnya di Sung Kyun Kwan University itu.

"Kita tunggu hasil update kementerian luar negeri, melalui pos kedutaan kita di Korea Selatan, di pusat sendiri, dan di konselor kita juga ada direktorat yang menangani khusus warga negara kita,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (20/4).

Politisi PDI Perjuangan ini memastikan, pemerintah Indonesia pasti akan memberikan perlindungan kepada seluruh warga negara yang ada di negara lain. Terlebih jika para WNI di luar negeri tersebut mentaati aturan yang berlaku di negara yang dikunjungi.

"Jadi, kita memberi perlindungan hukum, sepanjang memang ketentuan UU yang berlaku di suatu negara itu tidak dilanggar oleh warga negara kita. Karena semua itu berlaku sama, seperti WNA di Indonesia juga sama harus pakai aturan lokal juga,” katanya.

Menurutnya, kasus yang menimpa MRAP di Korea Selatan ini, perlu dijadikan pembelajaran bagi para pekerja Indonesia di luar negeri untuk berhati-hati terhadap aturan di negara tersebut dan tidak bekerja yang rawan tindakan kriminal.

"Kita dan mereka sama sebagai warga dunia berlaku hukum universal, tapi juga berlaku hukum yang diterapkan oleh masing-masing negara tanpa kecuali. Kita lihat nanti detil apa yang menjadi proses lebih lanjut lah,” tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Menko Airlangga: Realisasi PEN Capai Rp172,35 Triliun, 10 Provinsi Tumbuh Positif
Politik

Menko Airlangga: Realisasi P..

18 Mei 2021 05:42
Dari Balik Jeruji Besi, HRS Serukan Gelar Aksi Bela Palestina
Politik

Dari Balik Jeruji Besi, HRS ..

18 Mei 2021 00:58
Bersikeras Pertahankan Nomenklatur BNPB Dalam RUU Penanggulangan Bencana, PKS Minta Risma Menghadap Jokowi
Politik

Bersikeras Pertahankan Nomen..

17 Mei 2021 22:28
PAN: Mengutuk Saja Tidak Cukup, Harus Ada Langkah Konkret Hentikan Kekejaman Israel
Politik

PAN: Mengutuk Saja Tidak Cuk..

17 Mei 2021 21:03
Dunia Harus Bersatu Hentikan Kebiadaban Israel
Politik

Dunia Harus Bersatu Hentikan..

17 Mei 2021 20:38
Jawab Kegelisahan Publik, LaNyalla Minta Pemerintah Klarifikasi Masuknya TKA China Ke Indonesia
Politik

Jawab Kegelisahan Publik, La..

17 Mei 2021 20:12
Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina Serukan PBB Ambil Langkah Nyata Hentikan Kebrutalan Israel
Politik

Prakarsa Persahabatan Indone..

17 Mei 2021 19:59
Gugatan Kembali Ditolak, Pelaku KLB Ilegal Deli Serdang Kalah Telak 0-4
Politik

Gugatan Kembali Ditolak, Pel..

17 Mei 2021 19:17