Dahlan Iskan: Bapaknya Vaksin Nusantara Itu AS, Ibunya Indonesia

Dahlan Iskan/Net

Ada campur tangan Amerika Serikat dalam penelitian vaksin Nusantara yang kini ramai diperbincangkan. Campur tangan AS tak lain terkait dengan pendekatan sel dendritik yang dipakai dalam vaksin Nusantara.

"Saya anggap vaksin Nusantara atau apa pun namanya, bapaknya Amerika, Ibunya Indonesia," kata mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dikutip dari acara Mata Najwa, Rabu malam (21/4).

Soal vaksin Nusantara, Dahlan adalah orang yang secara terang-terangan memberi dukungan. Dalam beberapa kesempatan, ia kerap berjanji mengabdikan dirinya untuk ilmu pengetahuan, termasuk vaksin Nusantara.

"Sehingga sepanjang menurut saya masuk akal dan komit dengan apa yang saya katakan bahwa saya harus mengabdikan untuk ilmu pengetahuan, maka saya harus dukung (vaksin Nusantara)," lanjutnya.

Dukungan tersebut juga diwujudkan dengan menyumbangkan sampel darah untuk vaksin Nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) pada Senin lalu (19/4).

Menurutnya, penelitian vaksin Nusantara harus tetap berjalan meski banyak penolakan. Pilihannya pun mudah, bila vaksin Nusantara hasilnya buruk jangan dipakai.

"Saya berdoa mudah-mudahan cukup relawan yang mau menyediakan diri sebagai objek penelitian dan jumlahnya cukup sesuai dengan disiplin penelitian," tutupnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pekerja Dari Luar Kota Wajib Miliki Surat Tugas Saat Masuk Jakarta
Politik

Pekerja Dari Luar Kota Wajib..

07 Mei 2021 18:06
Lieus Sungkharisma: Sidang HRS Bukan Masalah Hukum Tapi Politik, Jokowi Harus Turun Tangan
Politik

Lieus Sungkharisma: Sidang H..

07 Mei 2021 17:47
Fadli Zon: Omnibus Law Gagal Sejahterahkan Buruh
Politik

Fadli Zon: Omnibus Law Gagal..

07 Mei 2021 17:41
Busyro Muqoddas Ungkap Ada Upaya Mutilasi KPK Yang Sempat Kandas Di Era SBY
Politik

Busyro Muqoddas Ungkap Ada U..

07 Mei 2021 17:25
Bantah Isu Taliban Di KPK, Busyro Muqoddas: 8 Dari 75 Pegawai Tak Lolos TWK Beragama Kristiani Dan Buddha
Politik

Bantah Isu Taliban Di KPK, B..

07 Mei 2021 17:16
Bambang Soesatyo: Punya Pasar Besar, Kemenhub Dan IMI Sedang Bahas Legalitas Kendaraan Kustom
Politik

Bambang Soesatyo: Punya Pasa..

07 Mei 2021 17:15
Revisi UU Otsus Papua Terus Dibahas DPR, Gerindra: Semoga Jadi Solusi
Politik

Revisi UU Otsus Papua Terus ..

07 Mei 2021 16:59
Busyro Muqoddas: Nilai Kebangsaan Terus Digerus Mesin Korupsi Menggunakan Imperium Buzzer
Politik

Busyro Muqoddas: Nilai Keban..

07 Mei 2021 16:49