Farah.ID
Farah.ID

Puan Maharani Minta Menteri Nadiem Cari Penyebab Anak Putus Sekolah Di Masa Pandemi

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Minggu, 02 Mei 2021, 10:57 WIB
Puan Maharani Minta Menteri Nadiem Cari Penyebab Anak Putus Sekolah Di Masa Pandemi
Ketua DPR RI Puan Maharani/Net
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudriset) Nadiem Makarim untuk mencermati angka putus sekolah akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, Puan juga meminta agar Nadiem membenahi infrastruktur pembelajaran jarak jauh (PJJ) agar merata di seluruh daerah.

Pesan ketua DPP PDI Perjuangan itu disampaikan dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 yang diperingati hari ini, Minggu (2/5) dengan mengusung tema “Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar”.

Kemendikbud Ristek, kata Puan, harus mencari penyebab anak putus sekolah pada masa pandemi dan hardiknas merupakan momentum tepat untuk memetakan persoalan dan menghadirkan solusinya.

“Apakah karena terkendala pembelajaran jarak jauh (infrastruktur), atau anak berhenti sekolah karena persoalan ekonomi keluarga akibat pandemi,” kata Puan.

Mantan Menko PMK ini menambahkan, kementerian yang dipimpin Nadiem perlu membenahi infrastruktur kegiatan belajar mengajar mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung dan pembelajaran jarak jauh masih mungkin diterapkan di sekolah-sekolah.

Menurutnya, pemerataan infrastruktur pembelajaran jarak jauh adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi pemerintah.

“Agar merata dan tidak terjadi kesenjangan infrastrukur PPJ atau online antar daerah dan wilayah,” tegasnya.

Selain itu, poltisi PDI Perjuangan ini juga meminta Kemendikbud Ristek menguji efektivitasnya, serta kualitas tenaga pendidik, peserta didik, dan materi pembelajarannya.

Hal itu harus dilakukan untuk mencegah semakin lebarnya kesenjangan pendidikan, terutama pada masa pembelajaran jarak jauh yang mensyaratkan infrastruktur digital, akses internet, serta perangkat pendukung lainnya.

“Perlu menguji efektivitas belajar online selama ini. Bila tidak ada tindakan maka kesenjangan pendidikan bisa semakin lebar. Karena pendidikan adalah hak, kebutugan dasar, dan harus mampu mewujudkan national and character building,” tandasnya.

ARTIKEL LAINNYA