Nasdem Yakin 21 Juta Data Bansos Ganda Terjadi Secara Sistemik, Bukan Cuma Human Error

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali /RMOL

Adanya 21 juta data ganda penerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI diduga bukan terjadi karena kesalahan manusia semata atau human error, melainkan terjadi secara sistemik.

"Artinya dibuat secara sistematik, karena angkanya tidak sedikit. Kalau kesalahan teknis, kerjaan manusia keliru mungkin 21 ribu (masuk akal). Tapi kalau 21 juta (data ganda) ini sistematik yang kemudian ada iktikad tidak baik di dalamnya,” ucap Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali ketika berbincang dengan Kantor Berita Politk RMOL, Minggu (2/5).

"Sehingga tidak salah kalau kemudian publik bertanya, berpikir bahwa ini adalah modus untuk megambil keuntungan di dalamnya,” imbuhnya.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI ini menambahkan jika 21 juta data ganda ini dikalikan Rp 300 ribu (harga bansos per paket) pada penerima bantuan sosial, maka kerugian negara yang timbul akan sangat besar.

“Berapa banyak biaya atau rupiah yang diselewengkan di situ? Artinya ini menjadi PR penegak hukum untuk kemudian menuntaskan kasus di bansos ini,” katanya.

Meski Mensos sebelumnya Juliari Batubara telah terbukti melakukan penyelewengan bansos, namun patut diduga ada tindak pidana secara nyata dengan adanya temuan Mensos saat ini, Tri Rismaharini yang sudah diserahkan ke KPK kemarin.

"Artinya bisa saja ini menjadi rangkaian kejahatan yang direncanakannya. Ini PR penegak hukum untuk mencari benang merah tindak pidana korupsi yang telah terjadi dan yang baru diungkapkan Ibu Risma,” katanya.

"Ini harus disampaikan ke publik,” tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Mengenal Tradisi Ramadhan Di Uzbekistan

Senin, 10 Mei 2021

Artikel Lainnya

Said Abdullah Ingatkan Kebijakan Fiskal Harus Beri Dampak Positif Bagi Pertumbuhan Ekonomi
Politik

Said Abdullah Ingatkan Kebij..

10 Mei 2021 12:12
Kebiadaban Israel Sudah Di Luar Nalar, Fahira Idris: Setara Teroris
Politik

Kebiadaban Israel Sudah Di L..

10 Mei 2021 11:23
Pegawai KPK Dengan Keahlian Tertentu Bisa Direkrut Lewat PPPK
Politik

Pegawai KPK Dengan Keahlian ..

10 Mei 2021 11:14
Diduga Terjaring OTT KPK, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat Punya Harta Rp 116 M
Politik

Diduga Terjaring OTT KPK, Bu..

10 Mei 2021 10:56
Arsul Sani: Jadi Aneh Kalau Warga Sendiri Dibatasi, Tapi Asing Tidak
Politik

Arsul Sani: Jadi Aneh Kalau ..

10 Mei 2021 10:47
TKA China Kembali Masuk Indonesia, Bukti Pemerintah Tak Serius Kendalikan Pandemi Covid-19
Politik

TKA China Kembali Masuk Indo..

10 Mei 2021 10:43
Polemik TWK, Mantan Ketua KSAN Usulkan Seleksi Ulang Bagi 75 Pegawai KPK
Politik

Polemik TWK, Mantan Ketua KS..

10 Mei 2021 10:27
ProDEM: Kebijakan Diskriminatif Jokowi Yang Selalu Berpihak Pada China Bisa Timbulkan Kemarahan Rakyat
Politik

ProDEM: Kebijakan Diskrimina..

10 Mei 2021 10:12