Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Hunian RISHA Mulai Dibangun Untuk Korban Bencana NTT

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Senin, 03 Mei 2021, 17:46 WIB
Hunian RISHA Mulai Dibangun Untuk Korban Bencana NTT
Kementerian PUPR pembangunan hunian tetap bagi korban banjir dan tanah longsor di NTT/Ist
Pemerintah melalui Kementerian PUPR mulai membangun hunian tetap (huntap) bagi para korban banjir dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hunian trsebut dibangun dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), yakni teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat dengan menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya.

Salah satu lokasi yang akan dibangun huntap ini berada di Waisesa 1, Desa Tanjung Batu, Kabupaten Lembata. Di lokasi ini, sudah dilakukan pematokan seluas 4,3 hektare dari rencana total luas lahan yang akan dihibahkan sebesar 10 hektare.

Saat ini Kementerian PUPR tengah melakukan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan huntap Waisesa 1 yang direncanakan akan dibangun 154 unit.

Pembangunan mock up RISHA sejumlah 2 unit juga sedang dilaksanakan dan ditargetkan selesai dalam 2 minggu ke depan.

“Kami juga akan melakukan pengujian geolistrik untuk memastikan ketersediaan sumber air bersih pada lahan yang akan dibangun hunta bagi para korban bencana,” ujar Ketua Satgas Penanganan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB) Widiarto dikutip dari Setkab, Senin (3/5).

Adapun anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan rumah RISHA diperkirakan sekitar Rp 338 miliar, dengan rincian Rp 236 miliar untun TA 2021 dan Rp 102 miliar untuk TA 2022.

Kebutuhan anggaran tersebut direncanakan untuk pembangunan 1.000 unit RISHA, terdiri dari di Lembata sebanyak 700 unit dan Adonara sebanyak 300 unit.

Di samping dua kawasan ini, Pemerintah Daerah mengusulkan empat lokasi tambahan untuk relokasi yaitu di Kabupaten Kupang sekitar 14 unit rumah, Kota Kupang sekitar 530 unit rumah, Kabupaten Alor sekitar 599 unit rumah, dan Kabupaten Rote Ndao sebanyak 153 unit rumah.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA