Program MBKM Jadi Solusi Akses Pembelajaran Inklusif Bagi Masyarakat

Wakil Rektor UI Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Abdul Haris/Net

Universitas Indonesia (UI) menggelar seminar daring bertajuk "Future Talks: Reimagine The Future" pada 2 Mei 2021. Hadir sebagai pembicara kunci, Prof. Abdul Haris (Wakil Rektor UI Bidang Akademik dan Kemahasiswaan).

Pembicara yang hadir dalam webinar tersebut adalah Dr. Raden Edi Prio Pambudi (Staf Ahli Kemenko Perekonomian), Ridzki Kramadibrata (Presiden Grab Indonesia), Umesh Phadke (Direktur L’Oreal Indonesia), Bhismarka Kurniawan (CEO BumiLangit Entertainment), dan Ferry Ardiyanto, Ph.D (Asisten Deputi Bidang Kerjasama Multilateral Kemenko Perekonomian).

Abdul Haris dalam presentasinya berbicara tentang kondisi angka partisipasi kasar perguruan tinggi di Indonesia yang masih rendah.

"Dari setiap 100 penduduk usia sekolah yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas, hanya ada 31 orang yang benar-benar mendapatkan kesempatan itu," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (3/5).

Keterbatasan finansial dan keterbatasan infrastruktur sering menjadi faktor penghambat dari akses masyarakat ke bangku pendidikan tinggi. Menurutnya, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) disertai dengan pola perkuliahan daring akan menjadi salah satu harapan untuk memperluas akses anak-anak Indonesia dalam memperoleh pembelajaran di perguruan tinggi.

Salah satu Kebijakan MBKM adalah hak belajar tiga semester di luar program studi yang dapat diambil oleh setiap mahasiswa. Ada delapan bentuk kegiatan pembelajaran yang dapat dikonversi menjadi satuan kredit perkuliahan, yaitu pertukaran pelajar, magang, asistensi mengajar, penelitian, proyek kemanusiaan, wirausaha, proyek independen, dan membangun desa.

Bila digabungkan dengan unsur teknologi, MBKM dapat menjadi sebuah solusi akses pembelajaran yang inklusif bagi masyarakat.

Faktor teknologi ini juga menjadi salah satu pembahasan penting dalam pemaparan Raden Edi Prio Pambudi dalam presentasinya yang berjudul "The Future is New, The Future is Yours". Menurutnya, perubahan adalah suatu keniscayaan dalam hidup.

"Siap tidak siap, kita harus berubah. Waktu berganti, teknologi berkembang, dan setiap orang selalu mencari cara yang mudah. Teknologi mengubah perilaku, merubah peradaban, kita tidak bisa lagi mempertahankan sesuatu yang lalu bila ingin berkembang," ujar Edi.

Pada sesi berikutnya, Ridzki Kramadibrata menyampaikan bagaimana disrupsi mengubah kehidupan secara drastis beserta strategi agar terus menjadi relevan. Menurutnya, kita tidak hanya terdisrupsi oleh kompetitor, melainkan juga oleh pandemi yang menuntut kita harus beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi.

"Pesan saya, agar teman-teman belajar lebih giat dan memanfaatkan MBKM untuk berinovasi menghadapi disrupsi," kata Ridzki.

Kemampuan-kemampuan non-mesin menjadi salah satu kriteria yang kini dipergunakan perusahaanperusahaan besar dalam merekrut tim, seperti yang disampaikan oleh Umesh Phadke. Dia memaparkan bahwa terdapat empat karakter kunci dalam seorang individu untuk dapat menjadi SDM unggul, yaitu: learning agility; ambition and resilience; judgement; dan empathy.

Keempat karakter tersebut sangat penting untuk menciptakan suatu lingkungan yang kondusif, kolaboratif, dan inovati baik di kehidupan perkuliahan maupun di dunia kerja.

Bhismarka Kurniawan pada sesi berikutnya menekankan pentingnya mengembangkan kreativitas, mengingat besarnya peluang dan prospek industri hiburan di Tanah Air.

"Indonesia adalah negara terbesar di dunia dari segi entertainment spending. Negara kita dari segi pasar, kebiasaan, maupun kultur sangat dekat dan sangat suka dengan ranah hiburan," katanya.

Terakhir, Ferry Ardiyanto memaparkan tentang pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi masalah dunia pendidikan di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, pandemi menghasilkan masalah  kesenjangan sosial dalam hal akses pendidikan, karena tidak semua keluarga bisa mengakses layanan internet untuk dapat melakukan kegiatan belajar daring.

Untuk itu, kerja sama-kerja sama internasional dalam bidang ekonomi sangat penting agar infrastruktur terkait layanan teknologi dapat menjangkau semua lapisan masyarakat.

Seminar ini dihadiri oleh lebih dari 7.500 peserta yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia dan beberapa universitas mitra di ASEAN, melalui tiga media siar, yaitu Zoom, kanal Youtube UI, dan kanal Youtube UI Teve.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Menko Airlangga: Realisasi PEN Capai Rp172,35 Triliun, 10 Provinsi Tumbuh Positif
Politik

Menko Airlangga: Realisasi P..

18 Mei 2021 05:42
Dari Balik Jeruji Besi, HRS Serukan Gelar Aksi Bela Palestina
Politik

Dari Balik Jeruji Besi, HRS ..

18 Mei 2021 00:58
Bersikeras Pertahankan Nomenklatur BNPB Dalam RUU Penanggulangan Bencana, PKS Minta Risma Menghadap Jokowi
Politik

Bersikeras Pertahankan Nomen..

17 Mei 2021 22:28
PAN: Mengutuk Saja Tidak Cukup, Harus Ada Langkah Konkret Hentikan Kekejaman Israel
Politik

PAN: Mengutuk Saja Tidak Cuk..

17 Mei 2021 21:03
Dunia Harus Bersatu Hentikan Kebiadaban Israel
Politik

Dunia Harus Bersatu Hentikan..

17 Mei 2021 20:38
Jawab Kegelisahan Publik, LaNyalla Minta Pemerintah Klarifikasi Masuknya TKA China Ke Indonesia
Politik

Jawab Kegelisahan Publik, La..

17 Mei 2021 20:12
Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina Serukan PBB Ambil Langkah Nyata Hentikan Kebrutalan Israel
Politik

Prakarsa Persahabatan Indone..

17 Mei 2021 19:59
Gugatan Kembali Ditolak, Pelaku KLB Ilegal Deli Serdang Kalah Telak 0-4
Politik

Gugatan Kembali Ditolak, Pel..

17 Mei 2021 19:17