Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Robi Sugara: Belum Ada Penjelasan Resmi, Sebab Tenggelamnya Nanggala-402 Masih Sebatas Asumsi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 06 Mei 2021, 15:35 WIB
Robi Sugara: Belum Ada Penjelasan Resmi, Sebab Tenggelamnya Nanggala-402 Masih Sebatas Asumsi
Pengamat Pertahanan dari UIN Syarif Hidayatullah, Robi Sugara/Repro
rmol news logo Pemerintah hingga saat ini masih belum memberikan keterangan resmi penyebab utama tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402. Sehingga pandangan yang muncul di masyarakat saat ini tak lebih dari sekadar asumsi.

Pengamat pertahanan dari UIN Syarif Hidayatullah, Robi Sugara mengatakan, penjelasan resmi pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan sangat dinantikan publik.

"Sampai hari ini belum ada secara resmi dari pihak terkait khususnya Mabes TNI atau Kementerian Pertahanan terkait penyebab tenggelamnya kapal selam ini," ujar Robi Sugara dalam serial diskusi Tanya Jawab Cak Ulung bertajuk "Tragedi Nanggala, Lalu Apa?", Kamis (6/5).

Robi mengatakan, memang beberapa asumsi sudah ramai diperdebatkan soal sebab tenggelamnya Nanggala-402 saat menggelar latihan di perairan utara Bali.

"Ada beberapa spekulasi atau asumsi yang muncul, misalkan pertama adalah blackout, kemudian terkait kurangnya servis (perawatan) dari alutsista kita, lalu ada asumsi faktor alam, dan asumsi ada serangan dari luar," terangnya.

Meski demikian, Robi pun mengajak masyarakat untuk memahami bahwa menyelidiki tenggelamnya kapal selam yang baru kali pertama terjadi di Indonesia akan membutuhkan waktu yang panjang.

Sementara itu, lanjutnya, gerak cepat pemerintah dalam menjanjikan jaminan bagi keluarga awak Nanggala-402 juga perlu diapresiasi.

"Yang terdekat tentu mengurusi keluarga korban, itu yang harus kita tekankan pada publik dan pemerintah sudah bergerak cepat, menjamin pendidikannya dan sebagainya," tegas Robi. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA