Jika PT 0 Persen, Poros Serpong Dan Poros Jakarta Sangat Potensial Dipilih Rakyat

Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam/Ne

Meski masih tergolong baru, dua poros yang muncul belakangan ini dianggap potensial dipilih rakyat pada Pilpres 2024 mendatang.

Poros yang dimaksud adalah Poros Serpong antara Rizal Ramli (RR)-Gatot Nurmantyo, dan Poros Jakarta, Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"(Dua) Poros tersebut sangat potensial dipilih rakyat, baik RR-Gatot maupun AHY-Anies," ujar pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (12/5).

Akan tetapi, lanjut Saiful, kedua poros tersebut juga potensial terganjal oleh rekom partai politik (parpol) berdasarkan presidential threshold (PT) yang sangat tinggi untuk mengajukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Pertanyaannya kemudian, siapakah yang dapat meyakinkan parpol untuk memenuhi ketentuan Pasal 222 UU 7/2017 tentang Pemilihan Umum di mana 'Pasangan calon (Paslon) yang diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya," jelas Saiful.

"Kecuali PT tersebut dapat dipangkas menjadi 10 persen bahkan 0 persen," sambungnya.

Sementara, jika melihat kendaraan parpol, kata Saiful, Poros Jakarta lebih unggul karena ada AHY yang menjabat Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat.

"Meskipun secara ketokohan dan pengalaman, justru Anies yang semestinya yang lebih tepat diposisikan sebagai Capres, karena Anies pernah menjabat sebagai Menteri dan Gubernur DKI Jakarta saat ini," tuturnya.

Untuk Poros Serpong, Saiful juga menilai tetap memiliki peluang. Sayangnya, kedua tokoh tersebut belum ada parpol yang bisa menjadi kendaraan menuju 2024.

"Akan menarik kemudian kalau PT 0 persen, sehingga baik AHY-Anies maupun RR-Gatot sama peluangnya untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2024 mendatang. Meskipun harus melihat siapakah tokoh parpol lain yang akan diajukan," pungkas Saiful.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Kebakaran Lagi, Komisi VI Minta Manajemen Subholding Pertamina Dievaluasi
Politik

Kebakaran Lagi, Komisi VI Mi..

12 Juni 2021 23:16
Rizal Ramli Ungkap JK Dipecat Gus Dur Karena Main Impor Beras
Politik

Rizal Ramli Ungkap JK Dipeca..

12 Juni 2021 23:09
Tuntut Menkeu Soal Rencana Kenaikan Pajak Dan PPN Sembako, Misbakhun: Mencoreng Citra Jokowi!
Politik

Tuntut Menkeu Soal Rencana K..

12 Juni 2021 23:02
Jemaah Indonesia Sempat Diputus Menggantung, Arab Saudi Didorong Serahkan Pengelolaan Haji Ke OKI
Politik

Jemaah Indonesia Sempat Dipu..

12 Juni 2021 22:42
Di Musda XV KNPI Makassar, Aiman Adnan Terpilih Sebagai Ketua DPD II
Politik

Di Musda XV KNPI Makassar, A..

12 Juni 2021 22:02
Saudi Resmi Batasi Haji Indonesia, Menag: Kita Fokus Untuk Tahun Depan
Politik

Saudi Resmi Batasi Haji Indo..

12 Juni 2021 21:37
Ingat Pernyataan Mahfud Soal Korupsi Kebijakan, Netizen Beri Tagar Presiden Langgar Konstitusi
Politik

Ingat Pernyataan Mahfud Soal..

12 Juni 2021 21:05
Milih Sama Ganjar Ketimbang Hadiri Pengukuhan Mega Profesor, Jokowi Sudah Mainkan Peran Penentu Capres PDIP
Politik

Milih Sama Ganjar Ketimbang ..

12 Juni 2021 20:42