Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Menumbuhkan Ekonomi, Ketua Senator Dukung Pembangunan Jalan Di Sulawesi Selatan

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Senin, 31 Mei 2021, 15:48 WIB
Menumbuhkan Ekonomi, Ketua Senator Dukung Pembangunan Jalan Di Sulawesi Selatan
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung pembangunan akses jalan yang dilakukan Pemprov Sulawesi Selatan.

Menurutnya, akses jalan yang baik sangat dibutuhkan masyarakat. Selain itu, akses jalan yang baik juga bisa menunjang perekonomian.

"Akses jalan sebagai pemerataan pembangunan tentunya dapat berdampak positif terhadap konektivitas transportasi. Dan tentunya akan berdampak signifikan juga pada pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata LaNyalla, Senin (31/5).

Tahun 2021, Pemprov Sulsel menargetkan menyelesaikan infrastruktur jalan provinsi di daerah, yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 400 miliar.

Selain pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Toraja Utara dan Luwu sepanjang 11,4 kilometer dengan lebar 6 meter, pemprov juga sudah mencanangkan pembangunan empat ruas jalan di Toraja Utara.

Ketua senator asal Jawa Timur itu yakin investasi akan masuk ke daerah tersebut jika infrastruktur jalan sudah baik.

"Salah satunya di Kabupaten Toraja yang merupakan destinasi wisata. Dengan akses jalan yang baik, potensi wisatawan yang datang akan meningkat," jelasnya.

LaNyalla menambahkan, sarana infrastruktur memadai membuat investasi menggeliat sehingga secara tidak langsung akan mendorong perputaran ekonomi di daerah tersebut. Artinya perbaikan jalan bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Saya imbau kepada para senator asal dapil Sulsel untuk turut mengawasi pengerjaan pembangunan jalan ini. Selain agar tepat waktu juga terjaga kualitas jalan sehingga tidak mudah rusak," ucapnya lagi.

Mantan Ketua Umum PSSI itu juga berharap pembangunan jalan bisa menyerap tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya. Hal itu bisa menambah penghasilan warga lokal dimana saat ini terpuruk karena pandemi.

"Bisa dilakukan seperti program padat karya yang tujuannya membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan di saat pandemi Covid-19," ucap LaNyalla.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA