Farah.ID
Farah.ID

Tolak Usulan 2 Paslon Untuk Pilpres 2024, Willy Aditya: Kita Harus Move On!

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Senin, 07 Juni 2021, 13:21 WIB
Tolak Usulan 2 Paslon Untuk Pilpres 2024, Willy Aditya: Kita Harus Move On!
Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya/Net
Usulan PDI Perjuangan agar Pilpres 2024 mendatang diikuti oleh dua pasangan calon presiden dan wakil presiden saja terus menuai perdebatan. Tak sedikit yang menilai usulan PDIP itu akan memperpanjang polarisasi di masyarakat.

Menurut Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, dua pasangan calon akan berpotensi menciptakan polarisasi jilid II, yang bisa merusak sistem demokrasi di Indonesia.

"Kalau dua (paslon) langsung, di tengah politik identitas yang begitu tajam, fragmentasinya sampai hari ini baperannya masih terasa. Walaupun di elite sudah terjadi rekonsiliasi, tapi kan edukasinya tidak terjadi (di masyarakat), yang namanya buzzer aja masih goreng-gorengan,” kata Willy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/6).

"Tentu sebagai bangsa, kita harus move on, sebagai elite kita harus mampu meng-educate publik dalam rangka itu,” imbuhnya.

Disinggung mengenai usulan PKS yang menginginkan Pilpres 2024 seperti 2004 dan 2009 yang diisi 4-5 pasangan calon, Willy mengusulkan adanya simulasi dahulu sebelum menentukan berapa calon yang paling ideal untuk 2024.

"Gini, UU-nya kan belum diubah, maka kemudian kita punya keterbatasan untuk komposisi. Kalau kita mau simulasi saja, simulasi enggak cukup lima paslon, karena apa? Partainya kurang dan lebih maksimal itu kalau diutak atik gathuk lah cuma 4 paslon,” ucapnya.

Willy menambahkan, sejak awal Nasdem sudah mengusulkan adanya revisi UU, namun disayangkan hal itu tidak terjadi.

“Kenapa? Biar ruang dan sirkulasi semakin terbuka. Kalau kita memiliki 10-15 persen syarat PT, ada satu dan beberapa partai yang mengusulkan sendiri, yang lain cukup berkoalisi dengan satu partai,” katanya.

"Artinya apa? Semakin terbuka ruang untuk pengusungan tersebut. Tapi kalau seperti sekarang kalau kita buat simulasi ya maksimal empat paling atau tiga,” tandasnya.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA