Farah.ID
Farah.ID

Prabowo Dan Anies Capres Kuat, RR Dan LaNyalla Berpeluang Jika Presidential Threshold Dihapus

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Senin, 07 Juni 2021, 16:13 WIB
Prabowo Dan Anies Capres Kuat, RR Dan LaNyalla Berpeluang Jika Presidential Threshold Dihapus
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan ekonom senior Dr. Rizal Ramli dalam sebuah kesempatan/Net
Banyak yang sudah memetakan pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk gelaran Pilpres 2024. Sejumlah nama yang moncer dalam survei politik digadang-gadang bakal masuk dalam bursa capres dan cawapres.

Pengamat politik Hendri Satrio megatakan beberapa nama yang berpotensi menjadi capres, diantaranya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, hingga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Kalau calon-calonnya yang kita lihat sekarang kan banyak dari yang kuat-kuat atau yang sudah deklarasi misalnya. Yang kuat-kuat itu ada Pak Prabowo, Mas Anies Baswedan, gitu kan. Terus, para pemilik tiket parpol superit Airlangga Hartarto kemudian AHY," kata Hensat sapaan akrabnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/6).

"Kemudian juga muncul Ketua DPD RI LaNyalla Mattaliti nah, terus kemudian kalau dari berbagai survei kan muncul juga nama-nama baru yang bersinar dan bersiap juga, seperti Susi Pudjiastuti misalkan, atau Puan Maharani," imbuhnya.

Untuk cawapres, lanjut Hensat, nama-nama yang cocok dan masuk peringkat besar di berbagai survei politik seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

"Kalau dari wapres kan banyak muncul namanya, ada Cak Imin, Suharso Monoarfa, Zulkifli Hasan, ada Abraham Samad, Sudirman Said, hingga Gatot Nurmantyo," katanya.

Adapun nama-nama dari kalangan profesional yang berpeluang dan berpotensi menjadi capres yakni ekonom senior Dr. Rizal Ramli (RR) termasuk Gatot Nurmantyo juga. Namun, mereka bisa maju jika ambang batas presiden duhapus.

"Mereka berpeluang menjadi calon presiden kalau memang threshold-nya enggak ada," ucap Hensat, pendiri lembaga survei KedaiKOPI.

ARTIKEL LAINNYA