Farah.ID
Farah.ID

PDIP Nilai Putusan Konsinyering Pemilu Digelar 28 Februari 2024 Tidak Cermat

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Senin, 07 Juni 2021, 17:43 WIB
PDIP Nilai Putusan Konsinyering Pemilu Digelar 28 Februari 2024 Tidak Cermat
Ketua PDIP Sumatera Barat, Alex Indra Lukman/Net
Tim kerja Komisi II DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Hakim dipandang tidak cermat dalam menetapkan tanggal pelaksanaan Pemilu Serentak 2024.

Ketua PDIP Sumatera Barat, Alex Indra Lukman mengingatkan bahwa tanggal 28 Februari 2024 yang ditetapkan tim kerja dalam forum konsinyering bertepatan dengan Hari Raya Galungan.

“Tanggal 28 Februari 2024 merupakan Hari Raya Galungan merujuk penanggalan umat Hindu. Ini sudah tak benar, jika hari H pencoblosan dilaksanakan di hari raya umat Hindu,” ujar Alex kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/6).

Alex justru mempertanyakan landasan hukum dari dibentuknya tim kerja. Pasalnya, secara aturan DPR RI hanya diperbolehkan panitia kerja.

“Kita mempertanyakan dasar hukum pembentukan tim kerja yang kemudian menyepakati jadwal pemilu. Karena, dalam UU dan Peraturan Tatib, yang ada itu adalah panitia kerja (Panja),” katanya.

Forum Konsinyering Komisi II DPR RI bersama KPU, Bawaslu dan DKPP memutuskan Pemilu Serentak digelar 28 Februari 2024 dan disusul Pilkada Serentak pada 27 November tahun yang sama.

Jika mengacu pada UU 7/2017 tentang Pemilu, jadwal Pemilu Serentak tersebut dimajukan dari seharusnya digelar bulan April 2024.

Keputusan yang masih bersifat sementara ini, diambil dalam forum konsinyering yang dilakukan pada hari Kamis malam (3/6).

ARTIKEL LAINNYA