Farah.ID
Farah.ID

Legislator Nasdem Minta Pemerintah Perketat Pemulangan WNI Dari Malaysia

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Senin, 07 Juni 2021, 23:05 WIB
Legislator Nasdem Minta Pemerintah Perketat Pemulangan WNI Dari Malaysia
Ilustrasi/Net
Kebijakan lockdown yang diterapkan oleh Pemerintah Malaysia, akibat melonjaknya kasus Covid-19, berdampak pada rencana pemulangan warga negara Indonesia (WNI) ke tanah air.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai NasDem yang juga anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya, mempertanyakan rencana Pemerintah Malaysia yang akan memulangkan ribuan WNI dari negaranya itu.

"Kalau saya melihatnya begini, kalau memang Malaysia akan menerapkan lockdown, mengapa mesti ada pemulangan? Terapkan protokol yang berlaku bagi siapapun, termasuk WNI yang ada di sana,” kata Willy dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/6).

Namun begitu, Willy lebih menyoroti kesiapan pemerintah mencegah penularan Covid-19 yang mungkin saja bisa dibawa oleh WNI dari Malaysia tersebut. Karena itu ia meminita agar pemerintah bisa menjamin kebutuhan WNI agar tetap bisa bertahan selama Malaysia menerapkan lockdown total.

"Intinya kan bagaimana mengurangi penyebaran virus. Jadi yang sudah kadung di sana, ya biarkan tetap di sana dengan mematuhi apa yang menjadi maklumat pemerintahan setempat," tutur Willy.

"Seperti waktu di Wuhan dulu. Toh situasinya sudah ada protap bagaimana menghadapi situasi semacam ini,” sambungnya.

Lebih lanjut, Willy memberikan sejumlah ssaran kepada pemerintah, jika WNI yang ada di Malaysia harus dipulangkan ke Indonesia. Misalnya, membuat skema pemulangan yang aman, seperti pemulangan mahasiswa Indonesia yang ada di Wuhan, Tiongkok, tahun lalu.

“Maksud aman di sini bagi semuanya. Aman bagi WNI yang dipulangkan, dan aman bagi kita yang tinggal di Tanah Air. Jangan sampai kepulangan mereka seperti membawa pulang jumlah virus,” tegasnya.

Mengacu pada paparan Kementerian Luar Negeri, Willy yakin pemerintah sudah siap dengan skema pemulangan yang aman dari Covid-19. Hal tersebut perlu dilakukan pemerintah Indonesia katanya, guna mencegah dampak psikologis yang ditimbulkan, terutama yang muncul dari publik.

"Karena kadang-kadang efek psikologisnya lebih besar dari kenyataannya. Seperti awal-awal dulu, banyak warga yang menolak keras kepulangan mahasiswa kita dari Wuhan. Padahal pada kenyataannya ya biasa-biasa saja,” paparnya.

“Intinya, protap menjadi kunci dari apapun langkah yang diambil oleh pemerintah,” tandasnya.

Rencana pemulangan WNI dari Malaysia sebelumnya disampaikan Kemenlu RI melalui Direktur Perlindungan WNI, Judha Nugraha, dalam rapat koordinasi Satgas Covid-19 Nasional, Senin (31/5).

Berdasarkan data, ada sekitar 7.200 WNI yang berada dalam detensi imigrasi Malaysia dan menunggu kepulangan ke tanah air. Kemenlu RI pun telah menyiapkan rencana kontijensi untuk memastikan langkah perlindungan bagi WNI yang berada di Malaysia.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA