Farah.ID
Farah.ID

Menteri Johnny Pastikan Gangguan Telekomunikasi Biak-Jayapura Tidak Sampai Black Out

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Senin, 07 Juni 2021, 23:56 WIB
Menteri Johnny Pastikan Gangguan Telekomunikasi Biak-Jayapura Tidak Sampai Black Out
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate/Repro
Gangguan jaringan telekomunikasi akibat putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) ruas Biak-Jayapura, dipastikan tidak terjadi secara menyeluruh di wilayah setempat.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate memastikan hal tersebut, usai mengecek data gangguan jaringan dari PT Telkom yang tegah menangani dan memulihkan jaringan di wilayah terdampak.

"Saya perlu tekankan ini karena ada kesan seolah-olah putusnya kabel tersebut mengakibatkan total black out di Papua, tidak betul. Yang betul terdampak pada 154 dari total 464 Gbps,” ujar Johnny dalam jumpa Pers di Ruang Media Center Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Senin (7/6).

Lebih rinci Johnny menyebutkan area atau daerah yang terdampak gangguan di Papua. Yaitu hanya terjadi di empat titik, di antaranya Kota Jayapura, Abepura, Sentani, dan Sarmi.

"Bukan di seluruh Papua,” tegasnya.

Lebih lanjut, eks anggota DPR fraksi Partai Nasdem ini menjelaskan kronologi putusanya jaringan telekomunikasi di Papua ini. Ia mengurai, pada Jumat 30 April 2021 pukul 19.40 WIB atau pukul 21.40 WIT, telah terjadi gangguan telekomunikasi akibat putusnya kabel laut ruas Biak-Jayapura.

“Tepatnya pada posisi 280 kilometer dari kota Biak dengan kedalaman 4.050 meter di bawah permukaan laut (Mdpl),” ungkapnya.

Kemudian berdasarkan hasil pengamatan, Johnny mengatakan bahwa terjadinya gangguan infrastruktur telekomunikasi tersebut disebabkan karena faktor alam. Bahkan katanya, putusnya SKKL di wilayah yang sama sebelumnya telah lima kali terjadi.

“Mengapa? Karena ini bukan baru pertama kali terjadi putusnya kabel optik bawah laut di wilayah tersebut. Empat kejadian sebelumnya diakibatkan oleh faktor alam, dan satu akibat dari alat bantu penangkapan ikan," bebernya.

"Sehingga, dapat kami simpulkan sementara, sebelum nanti keputusan atau evaluasi akhir disampaikan kepada media, yaitu potensi diakibatkan oleh faktor alam,” tandasnya.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA