Farah.ID
Farah.ID

Sanjungan Jokowi Ke Megawati Bentuk Ungkapan Selamat Telah "Mengawinkan" Prabowo Dan Puan

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Sabtu, 12 Juni 2021, 12:11 WIB
Sanjungan Jokowi Ke Megawati Bentuk Ungkapan Selamat Telah
Prabowo Subianto dan Puan Maharani/Net
Terkadang sulit mengartiakan politik simbol yang dimainkan oleh aktor politik.

Biasanya politik simbol diberikan karena ketidaksuaian antara kesepakatan atau keputusan yang dianggap kurang tepat atau kompromis, bahkan bisa diartikan sebagai bentuk perlawanan secara halus.

Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS), Arman Salam mengatakan, di indonesia biasanya politik simbol dilakukan oleh politisi yang berdarah Jawa, baik berupa sikap maupun ucapan ucapan politik mengandung banyak makna.

Misalnya yang cukup tenar istilah Sengkuni yang disampaikan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum terhadap seseorang yang dianggap sebagai pembisik jahat.

Menurut Arman, terkait ketidakhadiran Presiden Joko Widodo saat pengukuhan Profesor Kehormatan untuk Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri dari Unhan, dan bagaimana Prabowo Subianto foto berdampingan dengan Puan Maharani pada acara tersebut, bisa diartikan luas.

Jelas dia, adapun pernyataan Jokowi saat mengucapkan selamat kepada Megawati sekaligus menyanjung ketum PDIP itu sebagai pejuang wong cilik, merupakan sebagai bentuk ungkapan Jokowi bahwa selamat atas anugerah profesor.

"Juga selamat telah 'mengawinkan' (menduetkan) Prabowo dan Puan sebagai yang punya wong cilik atau PDIP," ujar Arman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (12/6).

Arman menambahkan, dari keromantisan PDIP dan Gerindra belakangan dalam aneka pertarungan pilkada di banyak wilayah, ditambah momen-momen kebersamaan dua tokoh partai tersebut yaitu Prabowo dan Puan, semakin menunjukan secara terang benderang arah koalisi Pilpres 2024.

Dan tampaknya pengantinnya pun semakin jelas.

"Namun, politik tidak selalu bulat kadang bisa lonjong dalam sekejap tergantung kepentingan dari para pihak yang beririsan," ucap Arman.

Presiden RI Joko Widodo tidak menghadiri pengukuhan Profesor Kehormatan kepada Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri, Jumat (11/6). Pada acara itu, Prabowo-Puan duduk berdampingan di kursi paling depan.

Kepala Negara hanya mengirimkan video ucapan selamat. Video itu diputar setelah sidang senat pemberian Profesor Kehormatan untuk Megawati ditutup.

Di saat yang sama, Jokowi sendiri melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah dengan didampingi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Pemberian Profesor Kehormatan berlangsung di Aula Merah Putih, Kampus Universitas Pertahanan (Unhan), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/6). Ketua Umum PDI Perjuangan itu menerima Profesor Kehormatan (Gurubesar Tidak Tetap) bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan, Unhan.

ARTIKEL LAINNYA