Farah.ID
Farah.ID

Prabowo Beri Sinyal Nyapres, Habiburokhman: Disampaikan Di Forum Kongres Atau Rakernas, Bukan Podcast

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Senin, 14 Juni 2021, 14:45 WIB
Prabowo Beri Sinyal Nyapres, Habiburokhman: Disampaikan Di Forum Kongres Atau Rakernas, Bukan Podcast
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di podcast Deddy Corbuzier/Net
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan sinyal bakal kembali maju pada gelaran pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berbicara dengan mantan mentalis yang juga Youtuber, Deddy Corbuzier. Deddy memulai pertanyaan soal kemungkinan Prabowo kembali bertarung pada pilpres mendatang.

"Loh, kalau untuk mengabdi, dan diberi kepercayaan dan kesempatan kenapa tidak? Tapi faktor kan banyak, faktor dukungan, faktor macam-macam, you tau kan Indonesia," jawab Prabowo di akun Youtube Deddy Corbuzier.

Menimpali jawaban Prabowo, Deddy Corbuzier menganggap Prabowo punya modal untuk kembali maju menjadi capres. Modal itu, menurut Deddy, kendaraan politik dan popularitas.

"Ya enggak bisa, kita kan enggak bisa maju sendiri, harus ada teman dan dukungan kiri kanan, tidak semudah itu, kita realistislah," ujar Prabowo.

"Bapak masih mau?" kata Deddy menegaskan.

"Saya kira semua orang yang cinta Tanah Air, kalau diberi kesempatan untuk mengabdi pasti mau dong," jawab Prabowo.

Soal sinyal yang diucapkan Prabowo itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman tidak mau terburu-buru mengambil kesimpulan. Pasalnya, ucapan tersebut tidak disampaikan dalam forum resmi.

"Kita akan menunggu yang resmi dari beliau kan. Nanti di forum resmi kita tanyakan kalau di podcast kan kita tidak tahu," ujar Habiburokhman, di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/6).

Kembali ditegaskan Habiburokhman, jawaban Prabowo hanya akan diambil menjadi kesimpulan jika disampaikan salam forum resmi Partai Gerindra.

"Kalau Gerindra kan nanti momennya biasanya di Kongres atau Rakernas terdekat dengan pemilu," ucap anggota Komisi III DPR itu.

ARTIKEL LAINNYA