Farah.ID
Farah.ID

Dilema Megawati, Usung Puan Yang Elektabilitasnya Rendah Atau Ganjar Yang Berpotensi Patahkan Trah Soekarno

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Kamis, 17 Juni 2021, 14:44 WIB
Dilema Megawati, Usung Puan Yang Elektabilitasnya Rendah Atau Ganjar Yang Berpotensi Patahkan Trah Soekarno
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Net
PDI Perjuangan menjadi satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri di Pilpres 2024 mendatang lantaran jumlah kursi di DPR yang dimiliki telah memenuhi ambang batas pencalonan capres-cawapres.

Berbekal tiket tersebut, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun kini menjadi queen maker dalam ajang pilpres. Namun kini dia dihadapkan pada sebuah dilema lantaran ada dua nama kader banteng yang mencuat ke publik.

Dua kader itu adalah Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Aji Al Farabi mengurai bahwa keduanya akan membuat Megawati seperti memakan buah simalakama.

“Jika Megawati memilih Puan Maharani? Sebagai capres, elektabilitas Puan saat ini (Juni 2021) masih rendah yaitu 2 persen. Padahal tingkat pengenalan (popularitas) Puan sudah 61 persen,” ujarnya saat memaparkan hasil survei LSI Denny JA, Kamis (17/6).

Jika Puan tetap dicapreskan, maka ada potensi capres PDIP dikalahkan. Buntutnya, PDIP berpotensi tidak lagi mengontrol pemerintah pada periode 2024 hingga 2029.

“Hal ini bisa berubah, jika H-1 tahun (awal 2023), elektabilitas Puan sebagai capres di atas 25 persen,” urainya.

Sedangkan jika Puan dicalonkan sebagai cawapres dan Prabowo sebagai capresnya, maka PDIP sama saja memberi panggung bagi Gerindra untuk menjadi partai terbesar. Dengan pemilu presiden dan legislatif serentak, maka capres terpilih kemungkinan membawa partainya juga menjadi partai terbesar.

Sementara jika Puan Maharani menjadi cawapres tokoh lain yang populer, maka tersebut harus bersedia pindah ke PDIP. Sebab PDIP tidak mungkin memberikan tiket gratis ke capres tersebut.

“Namun belum tentu capres tersebut bersedia, apalagi jika capres tersebut punya komitmen dengan partai politik lain. Belum lagi penerimaan dari elit PDIP jika capres tersebut memiliki ideologi yang berbeda,” tegasnya.

Lalu bagaimana jika Megawati memilih Ganjar Pranowo?

Survei LSI Denny JA menunjukan bahwa sebagai capres, Ganjar memang lebih potensial. Popularitas Ganjar sebesar 59 persen memang masih di bawah Puan Maharani (61 persen). Namun elektabilitas Ganjar justru jauh di atas Puan.

“Elektabilitas Ganjar saat ini sebesar 15,5 persen, sementara elektabilitas Puan sebesar 2 persen. Elektabilitas Ganjar, hanya kalah di bawah Prabowo Subianto, dan bersaing dengan Anies Baswedan,” urainya.

Hanya saja dilema bagi Megawati jika memilih Ganjar adalah Ganjar berpotensi menjadi ketua umum PDIP berikutnya.

Aji mengingatkan bahwa usia Megawati saat ini sudah mencapai 74 tahun. Artinya 10 tahun lagi, usia Megawati sudah 84 tahun.

“Meski Megawati masih diinginkan kader partainya, namun usia tidak bisa lagi dilawan Megawati,” tegasnya.

“Jika Ganjar presiden apalagi jika dua periode, maka Ganjar potensial mematahkan trah Soekarno sebagai ketum PDIP. Pertanyaan politisnya adalah apakah Megawati atau Puan Maharani siap dan rela dengan potensi perubahan tersebut?” tutupnya.

ARTIKEL LAINNYA