Farah.ID
Farah.ID

Kunjungi Kesultanan Buton, Ketua DPD RI: Indonesia Bukan Dibangun Oleh Partai Politik

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Kamis, 17 Juni 2021, 21:56 WIB
Kunjungi Kesultanan Buton, Ketua DPD RI: Indonesia Bukan Dibangun Oleh Partai Politik
Ketua DPD RI saat menerima buku dari Sultan Buton, La Ode Muhammad Izzat Mana'arfa (paling kanan) dengan disaksikan langsung oleh Walikota Baubau AS Tamrin (Tengah) di Kesultanan Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis, 17 Juni 2021/Ist
Indonesia adalah negara yang lahir dari kontribusi dan dukungan dari kerajaan dan kesultanan Nusantara. Para raja dan sultan Nusantara telah memberikan kontribusi nyata, baik material maupun nonmaterial dalam kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian disampaikan Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti saat melakukan kunjungan kerja ke Kesultanan Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis (17/6).

“Pada saat BPUPKI dan PPKI bersidang untuk merumuskan persiapan kemerdekaan Indonesia dan merumuskan ideologi bangsa ini, hampir semua raja dan sultan menyumbangkan pikiran dan gagasan mereka,” kata LaNyalla.

Perumusan ideologi bangsa juga tak lepas dari kontribusi para tokoh lainnya, baik dari kalangan pemuka agama, kaum cendekiawan, dan kaum pergerakan.

Menurut LaNyalla, gagasan dan pemikiran para raja dan tokoh-tokoh itulah kemudian melahirkan ideologi Pancasila dengan nilai-nilai yang terkandung melalui butir-butir dalam Pancasila.

“Jadi negara ini jelas dibangun atas dasar sumbangsih pemikiran para pendiri bangsa, yang berpikir luhur dengan nilai-nilai adiluhung dan hati yang bersih, dengan niat dan semangat untuk kebaikan anak cucu di kemudian hari,” tegasnya.

Senator asal Jawa Timur ini mengatakan, Indonesia lahir bukan untuk ambisi kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan.

“Negara ini bukan dibangun oleh partai politik. Di mana sekarang partai politik justru menjadi sentral penentu kekuasaan dan menjelma menjadi satu-satunya saluran bagi calon pemimpin bangsa untuk dapat dipilih oleh rakyat,” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta semua pihak kembali mengingat pernyataan Proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Secara tegas, Bung Karno meminta untuk tidak meninggalkan sejarah.

"Sejarah menempatkan kelompok masyarakat madani atau civil society sebagai pendiri bangsa ini. Bukan kelompok politik yang bertujuan memiliki kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan tersebut,” paparnya.

LaNyalla sendiri memang sengaja berkeliling ke kerajaan-kerajaan Nusantara lantaran kerajaan dan kesultanan adalah salah satu tonggak dan pilar pendiri bangsa dan negara ini.

Mantan Ketua Umum PSSI itu menyatakan, DPD RI punya misi dengan terus melakukan kunjungan kerja ke kerajaan dan kesultanan Nusantara di tanah air. LaNyalla juga menegaskan komitmen DPD RI terhadap eksistensi kerajaan dan kesultanan Nusantara.

“DPD RI berharap dapat membangun sinergi untuk mengembalikan kejayaan Nusantara di era kerajaan dan kesultanan Nusantara berjaya di masa lalu,” tandasnya.

Dalam lawatannya, LaNyalla hadir bersama Gubernur Sultra, Ali Mazi; Ketua Komite III DPD RI, Sylviana Murni; tiga senator asal Sultra, yakni Amirul Tamim; Andi Nirwana; dan Dewa Putu Seputra; Wagub Sultra, Lukman Abunawaz; Walikota Baubau, AS Tamrin; dan Sekjen Masyarakat Adat Kerajaan.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA