Farah.ID
Farah.ID

Eko Patrio Yakin Erick Thohir Jadi Pemecah Kebuntuan Capres Yang Itu-Itu Lagi

LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 23 Juni 2021, 12:58 WIB
Eko Patrio Yakin Erick Thohir Jadi Pemecah Kebuntuan Capres Yang Itu-Itu Lagi
Anggota DPR dari Fraksi PAN, Eko Patrio (masker biru) bersama dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Menteri BUMN Erick Thohir saat menghadiri sebuah acara di Lampung/Ist
Semakin banyak tokoh-tokoh baru muncul di bursa calon presiden, maka akan semakin baik pula bagi rakyat Indonesia dalam memberi penilaian mana yang cocok.

Atas alasan itu juga, anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) menyambut baik kemunculan Menteri BUMN Erick Thohir yang turut digadang sebagai calon presiden potensial.

Menurutnya, Erick Thohir merupakan sosok yang mampu memecah kebuntuan politik. Setidaknya, membuat pilpres tidak hanya menghadirkan calon yang selalu sama.

“Saya lihat Pak Erick ini mampu memecah kebuntuan yang calon presidennya itu lagi, itu lagi,” katanya kepada wartawan, Rabu (23/6).

“Pak Erick pantaslah diajukan jadi calon presiden, karena beliau masih muda, pengusaha sukses, figur yang mumpuni, itu dari eksternal partai. Kalau di internal PAN  ada Pak Zul dan Mas Sutrisno Bachir. Kalau diminta oleh mereka sebagai tim sukses, tidak ada kata “menolak”, malah sebuah penghargaan buat saya," sambung Eko.

Pernyataan Eko Patrio ini menanggapi beredarnya video dirinya saat sedang memandu acara bersama Denny Cagur. Dalam video berdurasi 2.34 menit itu, Erick Thohir tampak duduk bersebelahan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Di sebelah kiri Erick, ada Eko Patrio dan Denny Cagur yang berdiri menjadi pembawa acara.

"Kita doain Bapak-bapak yang ada di sini sehat. Kita doain Pak Erick Thohir, sudah mengharumkan nama Lampung. Kita doain lagi nanti jabatannya lebih naik lagi," ujar Eko Patrio dalam video tersebut.

Eko Patrio juga turut membawakan materi lawak seputar Pilprs 2024. Kata dia, para pemimpin Indonesia memiliki kesamaan dalam ejaan nama dari. Mayoritas memiliki huruf O atau ada huruf vokal yang dobel.

Huruf O merujuk pada nama Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo.

“Kalau nggak ada O, huruf vokalnya harus dobel. Kalau nggak I-nya dua, O-nya dua,” ujarnya.

“Joko Widodo, O-nya banyak. Erick Thohir. Denny 'Cagur' nggak ada. Minimal I-nya dobel. Habibie, I-nya dua, kan. Megawati, jangan salah, Megawati Soekarnoputri. Zulkifli Hasan, I-nya dua. Kita doain kalau Pak Zulkifli Hasan jadi, eaaa...," begitu canda Eko.

Erick lantas merespons juga dengan canda. Menurutnya lawakan tersebut justru bagian dari upaya Eko Patrio untuk membanggakan diri sendiri.

"Ada yang ngangkat, sebenarnya ngangkat dirinya sendiri, Eko Patrio," ujar Erick tertawa.

ARTIKEL LAINNYA