Farah.ID
Farah.ID

Politisi Nasdem: Novel Baswedan Dkk Jangan Merasa Paling Memiliki KPK

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Jumat, 25 Juni 2021, 14:50 WIB
Politisi Nasdem: Novel Baswedan Dkk Jangan Merasa Paling Memiliki KPK
Politisi Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago/Net
Penyidik KPK, Novel Baswedan dan kawan-kawan tidak perlu bermanuver berlebihan setelah gagal menjadi ASN karena tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).

Politisi Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago meminta Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK lain tidak merasa paling memiliki lembaga KPK dengan manuvernya belakangan ini.

"Mereka tidak boleh merasa paling pantas untuk bisa tetap di KPK. Mereka tidak identik dengan KPK dan sebaliknya. Jangan merasa memiliki institusi ini," ujar Irma kepada wartawan, Jumat (25/6).

Irma menegaskan, institusi KPK dibiayai negara dan ada aturan ketat yang harus dipatuhi pegawainya.

Dia lantas menyinggung saat para pegawai KPK yang tak lolos TWK itu direkrut ke lembaga antirasuah. Menurutnya, justru saat mereka direkrut KPK dulu tidak pernah ada transparansi.

"Pada saat KPK dulu merekrut mereka apakah ada fairness? Apakah ada keterbukaan pada publik? Padahal mereka digaji pakai dana APBN," imbuhnya.

Irma menyampaikan, peraturan TWK telah sesuai perundang-undangan. Peraturan itu juga telah melewati serangkaian pembahasan, diskusi, hingga konsultasi lintas kementerian dan lembaga negara.

Selain itu, Irma menegaskan Peraturan Pemerintah 11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, tidak menghilangkan tiga tahapan seleksi yang telah ditentukan. Yakni, seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar, dan seleksi kompetensi bidang.

"Artinya keputusan tes wawasan kebangsaan tidak bertentangan dengan UU dan bahkan dapat menjadi benteng persatuan dan kesatuan bangsa di bawah bendera merah putih, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI," demikian Irma.

ARTIKEL LAINNYA