Farah.ID
Farah.ID

Covid-19 Masuk Titik Krusial, Saatnya Kita Lawan Narasi Hoax

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Senin, 28 Juni 2021, 15:19 WIB
Covid-19 Masuk Titik Krusial, Saatnya Kita Lawan Narasi Hoax
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat/Net
Di tengah upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, gerakan melawan narasi hoax terkait Covid-19 harus masif dilakukan.

"Pada titik krusial kita membutuhkan dukungan penuh masyarakat dalam mematuhi kebijakan pengendalian Covid-19, gangguan informasi berpotensi menciptakan keraguan harus dilawan dengan informasi yang benar dan mudah dipahami," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Senin (28/6).

Saat ini, menurut Lestari, merupakan titik krusial bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi ledakan kasus positif Covid-19. Sejumlah fasilitas kesehatan sudah mencapai titik maksimalnya dalam merespons peningkatan jumlah kasus Covid-19 di berbagai wilayah di tanah air.

Para pemangku kepentingan di berbagai tingkatan, juga membutuhkan dukungan penuh masyarakat dalam menjalankan kebijakan pengendalian Covid-19. Sebab, kegagalan dalam menangani lonjakan kasus positif Covid-19 akan berdampak berkepanjangannya pandemi di negeri ini.

Rerie mendesak, para pemangku kepentingan terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat lewat sebaran secara masif narasi yang memberi pemahaman kepada masyarakat terkait kebijakan pengendalian Covid-19 yang dijalankan pemerintah.

"Diperlukan juga agresivitas sebaran narasi untuk melawan ujaran hoax terkait Covid-19 yang beredar masif di tengah masyarakat. Jangan sampai narasi hoax lebih dipercaya daripada narasi dari pemerintah," tegasnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat, per 10 Maret 2021 total isu hoax terkait Covid-19 sebanyak 1.470 isu dalam rentang 23 Januari 2020 hingga 10 Maret 2021.

Hingga akhir Januari 2021, Tim AIS Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, telah memblokir 1.900 sebaran berita hoax terkait pandemi Covid-19. Namun, narasi hoax terus diproduksi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA