Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Harga Tabung Oksigen Naik, YLKI: Ini Tindak Kejahatan Kemanusiaan Keji

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Jumat, 02 Juli 2021, 09:31 WIB
Harga Tabung Oksigen Naik, YLKI: Ini Tindak Kejahatan Kemanusiaan Keji
Lambang Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)/Net
Pedagang atau produsen yang memanfaatkan kelangkaan tabung oksigen bisa dianggap sebagai tindakan pengkhianatan terhadap bangsa.

Sebab di saat masyarakat sedang ramai membutuhkan oksigen karena pandemi yang kembali mengganas, mereka justru “memainkan” tabung oksigen. Buntutnya, tabung menjadi langka dan nyawa warga jadi tak tertolong.

Sekretaris Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Agus Suyatno mengatakan, para pedagang ataupun produsen yang memanfaatkan kelangkaan tabung oksigen bisa dianggap sebagai tindakan kriminal.

Ini karena memanfaatkan situasi untuk kepentingan diri sendiri.

“Mereka hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri tetapi tidak peduli dengan kehidupan ataupun keadaan pandemi yang sedang menghinggapi negara ini," ujar Agus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (2/7).

Bahkan menurut Agus, tindakan pedagang ataupun produsen yang memanfaatkan situasi darurat Covid-19 di Indonesia juga bisa dianggap sebagai perbuatan pengkhianatan terhadap bangsa.

Karena, banyak masyarakat yang sedang membutuhkan tabung oksigen. Apalagi, banyak rumah sakit yang juga kesulitan mendapatkan oksigen maupun tabung oksigen akibat melonjaknya pasien yang terpapar Covid-19.

"Ini yang memang menjadi tindak kejahatan kemanusiaan yang keji," tegas Agus menutup.

Harga tabung oksigen sendiri saat ini bisa dibilang mengalami kenaikan yang drastis. Harga di pasaran bisa mencapai Rp 2 juta bahkan lebih untuk ukuran 1 meter kubik. Padahal harga normalnya hanya kurang dari Rp 1 juta.

Akan tetapi, di situs jual online, masih ada sejumlah pedagang yang menjual harga tabung oksigen ukuran 1 meter kubik dengan harga normal, yakni sekitar Rp 850 ribu.

ARTIKEL LAINNYA