Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

PTM Terbatas, Solusi Kemendikbudristek Untuk Pendidikan Di Masa Pandemi

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Sabtu, 03 Juli 2021, 11:34 WIB
PTM Terbatas, Solusi Kemendikbudristek Untuk Pendidikan Di Masa Pandemi
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Kemendikbudristek RI, Rachmadi Widdiharto/Net
Kemendikbudristek telah menyiapkan sejumlah strategi dan kebijakan terkait penyelenggaraan pendidikan pada masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama lebih dari satu setengah tahun.

Hal tersbeut dikatakan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Kemendikbudristek RI, Rachmadi Widdiharto dalam diskusi daring Syndicate Forum bertema "Harap-Harap Cemas PTM Terbatas: Mencari Solusi Pembelajaran di Tengah Pandemi", Jumat (2/7).

"Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas merupakan salah satu kebijakan yang kita harapkan bisa menjadi solusi alternatif pembelajaran di masa pandemi," kata Rachmadi.

Namun demikian, kata dia, tidak bisa dipungkiri, bahwa seiring fluktuasi dinamika yang terjadi dalam kondisi pandemi, di mana dalam satu setengah tahun ini perubahan berlangsung demikian cepat.

Termasuk juga kebijakan ataupun rencana yang sudah dibangun matang harus kembali disesuaikan dalam pelaksanaanya.

"Pemerintah senantiasa mengkaji kebijakan pembelajaran pada masa pandemi sesuai dengan konteks perkembangan pandemi dan kebutuhan pembelajaran," terangnya.

Lanjut Rachmadi, adapun prinsip penyelenggaraan pendidikan selama pandemi Covid-19 adalah kesehatan dan keselamatan sebagai prioritas utama. Serta perhatian pada tumbuh kembang dan hak anak selama pandemi.

Dijelaskan dia, terkait jumlah pendidik dan penaga kependidikan (PTK) yang sudah divaksin, hingga 14 Juni 2021, jumlahnya sudah mencapai 1,84 juta, atau sekitar 33 persen dari total 5,6 juta PTK.

Sementara untuk pelaksanaan PTM terbatas ini sendiri sudah ada sejumlah satuan pendidikan yang telah menjalankannya.

"37 persen satuan pendidikan dari yang sudah melapor telah melaksanakan PTM terbatas," imbuh Rachmadi.

Dari jumlah itu, ada 1,6 persen melaporkan terjadinya penularan Covid-19 di satuan pendidikannya.

ARTIKEL LAINNYA