Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

PKS: Kritik Ibas Soal "Nation Failed" Adalah Peringatan, Pemerintah Jangan Baper

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Kamis, 08 Juli 2021, 12:17 WIB
PKS: Kritik Ibas Soal
Ketua DPP PKS yang juga anggota DPR RI, Mardani Ali Sera/Rep
Pemerintah diminta tidak baper atau bawa perasaan dalam menanggapi peringatan maupun kritik dari anggota DPR RI Fraksi Partai Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terkait "nation failed".

Pasalnya, Ibas hanya mengkhawatirkan Indonesia akan menjadi negara atau bangsa yang gagal (nation failed), akibat tidak mampu menyelamatkan rakyat dari pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (8/7).

"Wajar Mas Ibas sebagai anggota DPR memberikan pernyataan peringatan karena tugas DPR memberi pengawasan. Kita pejabat publik, khususnya eksekutif, tidak perlu baper ketika dapat peringatan ataupun kritikan," kata Mardani.
 
Menurut anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS itu, pernyataan putera Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu justru bagian dari pengawasan DPR.

Lagipula, lanjut Mardani, penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air memang tidak becus. Hal itu ditunjukkan dengan adanya kelangkaan oksigen, kapasitas Rumah Sakit (RS) yang membludak, hingga kematian akibat Covid-19 meningkat.

"Jadi, memang berantakan dan amburadul kok penanganan pandemi Covid-19 kita, kapasitasnya RS, jumlah kasus positif Covid-19, mortalitas. Apalagi selalu mulai dari hilir seharusnya dari hulu," sesalnya.

"Ayok perbaiki penanganan pandemi Covid-19," demikian Mardani menambahkan.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono sebelumnya merasa khawatir Indonesia akan menjadi negara atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyat dari pandemi Covid-19.

Pasalnya, terus terjadi lonjakan kasus Covid-19 dan angka kematian yang relatif tinggi beberapa hari ini.

"Begini ya, Covid-19 makin mengganas. Keluarga kita, sahabat kita dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya," kata Ibas, Rabu kemarin (7/7).

ARTIKEL LAINNYA