Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Dikabarkan Ada Menteri Yang Ingin Resign, Pengamat: Jangan Mau Enaknya Saja

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Kamis, 08 Juli 2021, 14:45 WIB
Dikabarkan Ada Menteri Yang Ingin Resign, Pengamat: Jangan Mau Enaknya Saja
Analis politik yang juga Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra/Net
Beredar kabar ada menteri yang ingin mengundurkan diri dari kabinet Presiden Joko Widodo. Kabar itu pertama kali dihembuskan oleh politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono.

Analis politik yang juga Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra mengatakan, meskipun tidak ada peraturan yang melarang seorang menteri mengundurkan diri, namun secara etika, sekarang ini bukanlah saat yang tepat bagi menteri untuk mengundurkan diri.

"Justru dalam situasi sulit seperti sekarang ini, seorang menteri menunjukan loyalitas dan kapasitas sebagai pembantu presiden," ujar Iwel Sastra kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (8/7).

Saat ini, angka terkonfirmasi positif Covid-19 termasuk yang meninggal dunia semakin banyak dan tidak terkendali. Bersamaan, pasokan obat, vitamin, dan suplemen juga tidak terurus dengan baik. Termasuk oksigen yang hilang di pasaran.

"Jangan mau enaknya saja, bersedia jadi menteri kalau keadaan normal dan semua baik-baik saja. Mengundurkan diri dalam situasi sekarang merupakan langkah yang tidak terhormat," kata Iwel Sastra mengingatkan.

Di sisi lain, kabar ini juga menjadi tantangan bagi Presiden Jokowi dalam memimpin kabinetnya agar keadaan segera pulih. Lonjakan kasus positif covid yang sangat tinggi saat ini perlu cara-cara luar biasa dalam penanganannya. Tentu ini tidak bisa dilakukan seorang diri oleh Presiden.

"Presiden Jokowi harus mampu bisa menata manajemen dan koordinasi antara menteri. Memotivasi para bawahannya untuk tetap optimis dalam menangani persoalan ini. Mendorong para pembantunya untuk berpikir kreatif menemukan solusi yang terbaik," terang Iwel Sastra.

Hemat dia, saat ini sebaiknya dilepaskan dulu kepentingan politik dan latar belakang politik. Nyawa dan nasib rakyat harus menjadi prioritas utama.

"Tentu kita harapkan para menteri tetap loyal serta membuang jauh-jauh keinginan untuk mengundurkan diri. Ketika para menteri ini menerima penunjukan dan dilantik Presiden, maka seharusnya mereka sudah siap dengan beban dan tugas yang akan diembannya untuk negara," ucap Iwel Sastra.

ARTIKEL LAINNYA