Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

BEM Nusantara: Kali Ini Kita Wajib Satu Pandangan, Sukseskan Vaksinasi Dan Laporkan Penimbunan Obat

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Jumat, 09 Juli 2021, 02:10 WIB
BEM Nusantara: Kali Ini Kita Wajib Satu Pandangan, Sukseskan Vaksinasi Dan Laporkan Penimbunan Obat
Koordinator Pusat BEM Nusantara, Eko Pratama (kiri)/Ist
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara mengajak mahasiswa Indonesia untuk mendukung dan menyukseskan program vaksinasi agar dapat menekan penyebaran Covid-19. Kasus terkonfirmasi positif saat ini sudah menembus angka 2 jutaan orang.

"Kali ini kita wajib satu pandangan. Negara sedang dalam keadaan genting. Sejumlah rumah sakit penuh. Berbagai fasilitas umum sudah dialihfungsikan untuk menampung pasien Covid-19 yang membludak," kata Koordinator Pusat BEM Nusantara, Eko Pratama, Jumat (9/7).

"Kita benar-benar harus bergotong-royong untuk menuntaskan persoalan pandemi, baik dari unsur pemerintahan, organisasi sipil, pemuda, mahasiswa, dan elemen-elemen lainnya," sambung dia.

Menurut Eko, saat ini pemerintah sangat gencar melakukan program vaksinasi. Beberapa lembaga negara seperti kepolisian, TNI, kejaksaan, dan lembaga lainnya ikut terlibat melaksanakan program vaksinasi massal dan direspon positif oleh masyarakat.

"Sebagai mahasiswa kita harus mendukung. Bukan hanya sekedar ikut vaksin, tapi juga dapat mengajak dan turut menyerukan kepada sanak saudara dan teman seperjuangan untuk mengikuti vaksin. Agar target vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah dapat segera mencapai target," jelasnya.

Eko juga mengharapkan mahasiswa dapat meluruskan berbagai informasi hoax dan opini-opini liar yang berkembang di luar terkait program vaksinasi dan penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah.

"Saat ini masih ada masyarakat yang takut atau tidak mau divaksin, karena percaya dengan informasi hoax, khususnya di media sosial. Sebagai mahasiswa kita memiliki tugas untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi ini aman, halal, dan wajib kita lakukan untuk melindungi diri sendiri dan keluarga kita. Sampai kapan kita akan keluar dari masalah besar ini, jikalau kita sendiri masih acuh tak acuh saja," tegasnya.

Di sisi lain, Eko menyayangkan masih adanya mafia obat-obatan yang menimbun obat di tengah-tengah wabah yang semakin menggila ini. Pihaknya mendesak aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk dapat menindak tegas mafia penimbun obat tersebut.

"Sudah banyak rakyat yang meninggal karena terjangkit pandemi ini, dan masih banyak yang sedang dalam masa kritis. Para mafia obat-obatan ini justru masih mencari keuntungan sebesar-besarnya di tengah kondisi rakyat yang sedang susah. Perbuatan mereka ini tidak berprikemanusiaan dan tidak bisa dibiarkan. Harus ditindak tegas," uacapnya.

ARTIKEL LAINNYA