Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Prihatin Terhadap Korban Jiwa Covid-19, Menag Yaqut Ajak Masyarakat Hening Cipta 60 Detik

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Sabtu, 10 Juli 2021, 01:22 WIB
Prihatin Terhadap Korban Jiwa Covid-19, Menag Yaqut Ajak Masyarakat Hening Cipta 60 Detik
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas/Ist
Ribuan masyarakat Indonesia meninggal karena terpapar Covid-19. Mulai dari tenaga kesehatan (nakes), relawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum lainnya.

Data Satgas Penanganan Covid-19, saat ini lebih 62 ribu masyarakat Indonesia tercatat meninggal dari 2,38 juta kasus Covid-19.

Menyikapi situasi tersebut, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengajak masyarakat mendoakan masyarakat yang wafat karena pandemi Covid-19.

Ajakan tersebut dikemas dalam momentum Hening Cipta Indonesia yang akan digelar serentak pada Sabtu besok pukul 10.07 WIB selama 60 detik.

“Pada hari Sabtu, 10 Juli 2021, jam 10.07 WIB, mari kita heningkan cipta selama 60 detik. Hentikan sejenak segala aktivitas, mendoakan yang terbaik untuk para nakes, relawan, masyarakat dan semua yang telah mendahului kita,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/7).

Mengheningkan cipta dilakukan dengan berdiam diri, merenung, berdoa, dan mengenang mereka yang telah gugur. Mengheningkan cipta juga menjadi bentuk penghormatan kepada mereka yang telah wafat.

Gus Yaqut, sapaan karib Menag RI tersebut berharap, Hening Cipta Indonesia ini dapat menumbuhkan kekuatan solidaritas bersama untuk bersinergi dan gotong royong dalam menghadapi pandemi.

Hening Cipta Indonesia juga diharapkan memberikan kesadaran tentang betapa pentingnya nikmat kesehatan sehingga harus dijaga dengan baik.

Selain mendoakan mereka yang telah meninggal karena pandemi, Gus Yaqut juga mengajak seluruh umat beragama agar senantiasa memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa Indonesia.

“Mari seluruh rakyat Indonesia, kita heningkan cipta bersama, melangitkan doa, agar pandemi covid-19 segera sirna. Dan mari kita selalu #PrayFromHome, berdoa dari rumah di tengah kita work from home, bekerja dari rumah,” tutupnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA