Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Zulhas Berduka Atas Wafatnya Pimpinan Ponpes Asy-Syafiiyah

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Sabtu, 10 Juli 2021, 20:46 WIB
Zulhas Berduka Atas Wafatnya Pimpinan Ponpes Asy-Syafiiyah
Foto kebersamaan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan dengan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Asy-Syafiiyah, KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi'ie/Repro
Kabar meninggalnya KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi'ie Sabtu (10/6) diterima Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Zulhas, begitu biasa Ketum PAN itu disapa, mengungkapkan kenangan dan kesedihannya atas kepergian ulama kharismatik Betawi yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Asy-Syafiiyah.

"Ya Allah, pandemi ini tak henti membawa kabar duka. Tetapi yang membuat kita lebih bersedih adalah perginya para ulama, pewaris para Nabi yang senantiasa membimbing kita untuk istiqomah di jalan-Nya. Sore ini saya begitu terpukul mendengar kabar meninggalnya KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie," ujar Zulhas kepada wartawan, sesaat lalu.

Mantan Ketua MPR itu mengatakan, Kiai Abdul Rasyid baginya merupakan sosok guru panutan. Keluasan ilmu, keikhlasannya dalam berdakwah, perhatiannya yang besar pada umat dan agama.

"Beliau menginspirasi kita semua untuk terus berusaha melakukan yang terbaik bagi umat dan bangsa ini," tuturnya.

Maka dari itu, Zulhas menjadikan sosok Kiai Abdul Rasyid sebagai seorang yang istimewa.

"Beliau dikenal gigih dalam berdakwah, peduli pada sesama, dan memiliki kecintaan yang besar pada bangsa dan negara ini. Sebagai murid-muridnya, kini tugas kita melanjutkan perjuangan beliau," ungkapnya.

Zulhas bercerita, terakhir kali ia berjumpa Kiai Abdul Rasyid di kediaman almarhum Syekh Ali Jaber. Mengenang kejadian tersebut, ia mendoakan kedua ulama kenamaan Indonesia itu agar bisa dikumpulkan dengan para nabi dan orang-orang shaleh di surganya Allah.

"Kita semua bersaksi baik Syekh Ali Jaber maupun Kiai Abdul Rasyid merupakan orang-orang alim dengan akhlak yang mulia," ungkapnya.

Maka dari itu, Zulhas turut mendokan keluarga Kiai Abdul Rasyid agar diberikan ketabahan dan kesabaran.

"Ilmu dan amal baik almarhum semasa hidup Insya Allah menerangi dan melapangkan kuburnya," tutupnya.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA