Farah.ID
Farah.ID

Inisiator LaporCovid-19 Heran Angka Kasus Positif Dan Testing Nasional Turun, Sedangkan Kematian Capai Rekor Tertinggi

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Senin, 19 Juli 2021, 19:52 WIB
Inisiator LaporCovid-19 Heran Angka Kasus Positif Dan Testing Nasional Turun, Sedangkan Kematian Capai Rekor Tertinggi
Ilustrasi/Net
Pendataan kasus Covid-19 yang disajikan pemerintah pusat membuat inisiator LaporCovid-19, Ahmad Arif, kebingungan.

Dalam akun Twitternya, Ahmad Arif mengunggah dua gambar data perkembangan kasus Covid-19 per hari ini, Senin (19/7).

Data yang dia unggah bersumber dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, yang mencakup angka tambahan kasus positif Covid-19 beserta totalnya, termasuk angka kesembuhan, angka kematian, angka kasus aktif, hingga jumlah orang dan spesimen yang dilakukan pengetesan Covid-19.

Dalam kicauannya, Ahmad Arif mengungkapkan data yang disajikan tersebut mengalami penurunan dari hari-hari sebelumnya. Sebab ia melihat, angka kasus positif hari ini bertambah 32.217 orang. Sedangkan angka testing sebanyak 127.461 orang dengan spesimen yang diperiksa 160.686 sampel.

Bahkan yang semakin membuat dia heran, angka kematian hari ini tercatat sebagai rekor baru selama hampir 3 hari selalu bertambah di atas seribu kasus sehari.

Dari data Satgas, tercatat angka kematian hari ini mencapai 1.338 orang. Angka ini lebih tinggi dari rekor terbanyak kasus meninggal yang tercatat pada Jumat (16/7) sebanyak 1.205 kasus.

"Kasus menurun signifikan, tetapi tes juga turun jauh. Sedangkan angka kematian malah rekor tertinggi. Padahal, itu pun belum mewakili kematian sesungguhnya. Positivity rate meningkat 47,8 persen," kicau Ahmad Arif, Senin (19/7).

Kantor Berita Politik RMOL menelusuri data pembanding yang dicatat Satgas dua hari sebelumnya, yaitu pada Sabtu 17 Juli dan Minggu 18 Juli.

Tercatat pada hari Sabtu (17/7) jumlah kasus positif bertambah 51.952 orang. Angka itu didapat dari pemeriksaan 188.551 orang dengan spesimen yang diambil 251.392 sampel. Sementara angka kematian bertambah 1.092 kasus.

Sedangkan pada hari Minggunya (18/7), jumlah kasus positif bertambah 44.721 orang. Angka itu didapat dari pemeriksaan 138.046 orang dengan spesimen yang diambil 192.918 sampel. Sementara angka kematian bertambah 1.093 kasus.

Menurut Ahmad Arif, Soal tes dan tracing (pelacakan kasus) merupakan komponen sangat penting dalam pengendalian pandemi, selain soal pembatasan sosial. Namun ia melihat upaya itu belum maskimal dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dipimpin Budi Gunadi Sadikin. Padahal soal testing sempat dijanjikan akan meningkat selama masa PPKM Darurat yang dimulai sejak 3 Juli hingga 20 Juli besok.

"Entah mengapa  tes dan lacak masih belum optimal. Padahal awal Juli lalu, Kemenkes sudah janji akan kejar 400 ribu tes per hari," demikian Ahmad Arif.

Hari ini, Humas BNPB selaku unsur terkait Satgas Penanganan Covid-19 meralat data jumlah orang dan spesimen yang diperiksa pada Minggu 18 Juli.

Di mana, jumlah orang yang diperiksa menjadi 138.175 orang. Sementara, jumlah spesimen yang diperiksa 193.437 sampel.

"Mohon ijin Bapak dan Ibu semua menyampaikan data hasil tes tanggal 18 Juli yang sudah ditambahkan hasil TCM, dikarenakan data TCM baru dapat kami akses pagi ini, dikarenakan kemarin sedang proses maintenance," demikian keterangan Humas BNPB kepada wartawan, sesaat lalu.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA