Farah.ID
Farah.ID

Kasus Covid-19 Yang Bermula Dari Pulpen Menjadi Perhatian Anggota DPR

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Kamis, 22 Juli 2021, 18:50 WIB
Kasus Covid-19 Yang Bermula Dari Pulpen Menjadi Perhatian Anggota DPR
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo/Net
Sikap waspada merupakan kunci selamat di tengah ancaman pandemi Covid-19.

"Kita merasa sudah menjalankan protokol kesehatan, tapi kalau kita lengah dan sedikit alpa terhadap hal-hal yang terlihat sederhana, kita bisa saja terpapar Covid-19," kata anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, Kamis (22/7).

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku, dirinya baru saja menerima sebuah video, yakni testimoni seorang pasien Covid-19  yang diduga terpapar akibat lalai mencuci tangan usai memegang sebuah pulpen ketika menjalani proses vaksinasi di Senayan, Jakarta.

"Orang tersebut menduga dirinya terpapar Covid-19 hanya gara-gara mengucek-ucek mata usai memegang pulpen saat hendak melakukan vaksinasi di Tennis Indoor Senayan, beberapa waktu lalu," kata Rahmad Handoyo.

Dikatakan Rahmad, kasus Covid-19 yang bermula dari sebuah pulpen seperti dalam video yang sudah menyebar di berbagai media sosial tersebut harus dijadikan pelajaran berharga oleh semua pihak.

"Testimoni pasien Covid tersebut mengajarkan kita semua bahwa dimasa pandemi ini, menjalankan prokes secara ketat tak bisa ditawar-tawar lagi. Kita tak boleh lengah sedikitpun," katanya.

Di video yang berdurasi 10 menit tersebut si pasien berbaring di sebuah kamar dengan selang oksigen menempel di hidung mengaku sempat terlunta-lunta akibat rumah sakit yang didatanginya semua sudah over kapasitas. Dikatakan, iad sempat mendatangi 32 rumah sakit, tapi semua hanya untuk PCR. Tidak diperkenankan menginap.

Akhirnya si pasien mendapat tempat di RSUD Bekasi, tapi yang bersangkutan ditempatkan di tenda. Saat di tenda, dirinya sempat melihat belasan orang yang meninggal.

Mengakhiri kisahnya, lelaki tersebut meminta agar jangan ada yang sok-sokan, dan yang masih sehat agar semua mematuhi aturan pemerintah  agar jangan sampai virus yang berbahaya jangan sampai masuk ke tubuh.

Rahmad menegaskan, apa yang dialami pasien Covid tersebut satu pelajaran yang berharga karena saat kita menjalankan prokes, selalu ada celah terkena Covid-19.

"Yang menjalankan prokes pun masih bisa kena, apalagi yang abai dan tidak mengindahkan aturan? Ingat, kita harus menyadari bahwa pelayanan kesehatan kita sudah penuh. Kita juga harus berempati kepada nakes kita. Artinya, prokes memang harga mati untuk melawan Covid-19," ucapnya.

ARTIKEL LAINNYA