Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Harapan Ketua Komisi III Pada Aparat Penegak Hukum Di Hari Anak Nasional

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Jumat, 23 Juli 2021, 13:37 WIB
Harapan Ketua Komisi III Pada Aparat Penegak Hukum Di Hari Anak Nasional
Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery/Net
Aparat penegak hukum harus sebisa mungkin mengedepankan upaya diversi alias penyelesaian di luar jalur pengadilan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.

Harapan tersebut sebagaimana disampaikan Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2021 yang jatuh pada hari ini, Jumat (23/7)

"Dalam semangat Hari Anak Nasional 2021 yang jatuh pada hari ini, saya berharap aparat penegak hukum menegakkan kembali komitmennya terkait perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Segala proses yang ditempuh harus mengedepankan kepentingan terbaik anak," ujarnya.

"Termasuk salah satunya dengan mengedepankan upaya diversi alias penyelesaian di luar jalur peradilan pidana konvensional dengan tetap mematuhi koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku," imbuhnya.

Selain itu, kata Herman, anak-anak yang berhadapan dengan hukum diharapkan untuk dihindarkan dari festivalisasi di media demi melindungi kepentingan terbaik sang anak.

"Yang juga penting dan tak boleh dilupakan adalah sebisa mungkin melindungi identitas anak yang berhadapan dengan hukum, baik pelaku, korban, hingga saksi. Jangan biarkan mereka hanyut dalam pusaran festivalisasi di media massa," ucapnya.

Politikus PDI Perjuangan ini juga meminta aparat penegak hukum tidak melulu memakai kacamata penyelesaian secara hukum pidana saat menangani perkara yang melibatkan anak.

Diversi memang tidak bisa diterapkan pada semua perkara. Tapi, saat diversi memungkinkan untuk dilakukan, sebaiknya aparat penegak hukum tak lagi melulu memakai kacamata penyelesaian pidana.

“Tetapi betul-betul mengedepankan kebaikan bagi sang anak, termasuk memerhatikan pemulihan psikologis," kata dia.

Oleh karenanya, penanganan anak yang berhadapan dengan hukum ini tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan juga pihak-pihak lain seperti halnya pendampingan dari Bapas dan lainnya. Yang jelas, masih kata Herman, saat mesti berhadapan dengan hukum itu berarti anak tengah menjalani masa sulit dalam hidupnya.

"Jangan sampai penanganan yang keliru malah membuat kesulitan si anak bertambah atau malah menghancurkan masa depannya," tandasnya.

ARTIKEL LAINNYA