Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Lewati Puncak Kasus Covid-19, Ketua DPD RI Minta Daerah Lain Tiru DKI-Jateng-Jatim

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Sabtu, 24 Juli 2021, 17:43 WIB
Lewati Puncak Kasus Covid-19,  Ketua DPD RI Minta Daerah Lain Tiru DKI-Jateng-Jatim
Ketua DPD RI saat menerima aspirasi para seniman dan budayawan se-Banyuwangi di Banyuwangi, Jawa Timur, beberapa waktu lalu/Repro
Tren penurunan indeks komposit yang signifikan di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, diharap Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, bisa menjadi percontohan pengendalian Covid-19 bagi daerah lainnya.

Berdasarkan data pemerintah, terjadi tren penurunan di DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur terlihat dari sebagian besar wilayah yang telah melewati puncak kasus dan mulai mengarah pada penurunan.

"Penanganan kasus Corona di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, perlu diapresiasi karena mampu menurunkan kasus Covid-19. Daerah lain harus mengikuti kemajuan tiga daerah tersebut, khususnya Jawa Barat yang kasus aktifnya tercatat masih tinggi. Masih ada 128 ribu lebih kasus aktif Covid di Jabar,” ujar LaNyalla di sela-sela kegiatan reses di Jember, Sabtu (24/7).

Dari data yang sama, LaNyalla juga melihat tren penurunan kasus Covid-19 secara nasional sejak PPKM Darurat diberlakukan awal Juli lalu. Sehingga ia meminta kepada seluruh daerah yang menerapkan PPKM untuk tetap mempertahankan penurunan mobilitas dan aktivitas warganya untuk mendorong penurunan kasus Covid-19.

"Penurunan kasus sangat penting dilakukan, apalagi kasus positif Covid di Indonesia saat ini sudah menembus angka tiga juta, di mana penambahan satu juta kasus terjadi hanya dalam waktu sekitar satu bulan sejak awal pandemi Maret 2020," ungkapnya.

Dari data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per Sabtu (24/7), angka kasus Covid-19 di Indonesia menyentuh angka 3.127.826 orang. Sedangkan pasien sembuh mencapai 2.471.678, dan total pasien Corona yang meninggal dunia berjumlah 82.013 orang.

Meski ada tren penurunan, LaNyalla melihat angka kematian akibat Covid di Indonesia untuk saat ini masih relatif tinggi, sehingga harus diwaspadai.

"Kemarin kasus kematian kembali menjadi rekor tertinggi dengan jumlah 1.566 pasien meninggal dalam sehari sehingga totalnya menjadi 80.598 orang meninggal dunia karena Corona," ungkapnya.

Dari data pemerintah, LaNyalla mengetahui angka orang meninggal yang sudah divaksin sangat rendah. Oleh karenanya, ia juga mendorong agar masyarakat sesegara mungkin melakukan vaksinasi.

"Memang betul walaupun sudah divaksin, kita masih tetap bisa terjangkit vaksin Covid. Tapi vaksin memberi perlindungan sehingga gejala atau dampak yang ditimbulkan virus Covid-19 kepada penderita tidak berat," tutur senator Jawa Timur itu.

LaNyalla pun menyoroti menurunnya jumlah wilayah yang masuk ke dalam zona hijau Covid karena hanya tersisa dua kabupaten/kota saja yaitu Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, dan Kanupaten Dogiyai, Papua.

"Minimnya jumlah wilayah yang masuk ke dalam zona hijau Covid merupakan salah satu dampak dari lonjakan kasus Corona. Lonjakan kasus juga menyebabkan peningkatan jumlah kabupaten/kota yang berada pada zona merah, yakni sebanyak 180 daerah. Ini merupakan angka tertinggi sejak pandemi melanda Indonesia,” ucapnya.

Terkait hal ini, LaNyalla meminta kepala daerah untuk terus melakukan evaluasi penanganan pandemi Covid di wilayahnya masing-masing. Termasuk mengimbau pemda, khususnya di Jawa dan Bali, terus melakukan sosialisasi pentingnya penerapan protokol kesehatan.

"Tapi gunakan cara-cara persuasi kepada masyarakat. Saya juga mendorong penerapan sanksi pidana menjadi alternatif terakhir terhadap para pelanggar protokol kesehatan, dan daerah kami minta berpacu pada cara-cara yang tegas tapi terukur,” imbau mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

Selain itu, LaNyalla juga mengingatkan pemerintah menjadikan imbauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terbaru sebagai bahan evaluasi.

Di mana WHO menyatakan, saat ini Indonesia sedang menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi, sehingga disarankan agar pembatasan yang ketat diberlakukan.

"Pemerintah perlu memperhatikan data-data yang disampaikan WHO sehingga sebelum pengetatan dikendorkan, ada langkah-langkah antisipasi yang dilakukan untuk menekan laju penularan Covid di Indonesia,” tegas LaNyalla.

Dalam Situation Report-64 yang dirilis oleh WHO pada Rabu (22/7/2021), ada 32 provinsi di Indonesia mengalami lonjakan jumlah kasus. Ada 17 provinsi di antaranya mengalami peningkatan hingga 50 persen. WHO juga menyatakan tes positif proporsinya lebih dari 20 persen di 33 dari 34 provinsi.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA