Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Minta Penyaluran BSU Dipercepat, Saleh Daulay: Perbaiki Dulu Data Penerimanya

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Senin, 26 Juli 2021, 10:17 WIB
Minta Penyaluran BSU Dipercepat, Saleh Daulay: Perbaiki Dulu Data Penerimanya
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay/Net
Rencana Kementerian Ketenagakerjaan yang saat ini tengah mempersiapkan peluncuran program Bantuan Subsidi Upah (BSU), patut diapresiasi.

Namun demikian, anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, ada banyak catatan terkait pelaksanaan BSU di tahun lalu. Salah satunya soal akurasi data yang didasarkan pada data BPJS Ketenagakerjaan.

Akibat dari kesalahan-kesalahan data ini, BSU yang disediakan tidak terserap secara keseluruhan. Per 14 Desember 2020, realisasi BSU hanya mencapai Rp 27,96 triliun (93,94 persen) dari anggaran yang disediakan sebesar Rp 29,85 triliun.

Artinya, ada Rp 1,89 triliun yang tidak tersalurkan dan harus dikembalikan ke negara.

"Anggaran sebesar Rp 1,89 triliun itu sangat banyak. Pasti banyak kelompok pekerja yang tidak jadi menerima. Padahal, mereka sudah masuk kriteria penerima yang gajinya di bawah Rp 5 juta," ujar Saleh kepada wartawan, Senin (26/7).

Saleh pun meminta, target sasaran penerima BSU terus diperluas. Selain pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan yang memenuhi kriteria yang ditetapkan, pemerintah semestinya juga memikirkan para pekerja sektor informal yang juga terdampak pandemi Covid-19 dan PPKM.

Berikutnya, kata legislator PAN ini, ada banyak pekerja yang berstatus TKS (tenaga kerja sukarela) di daerah-daerah yang penggajiannya jauh di bawah UMK. Masalahnya, APBD yang tersedia tidak mampu untuk menggaji mereka secara proporsional.

"Sama seperti guru honorer, mereka ini juga semestinya menjadi target sasaran. Kebanyakan di antara mereka ini justru bekerja di bidang kesehatan sebagai perawat dan bidan. Di tengah pandemi seperti ini, tenaga mereka pasti sangat dibutuhkan," jelasnya.

Keempat, lanjut Saleh, penyaluran BSU tahun 2020 terkendala oleh waktu. Ketika itu, Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan dibatasi oleh waktu yang sangat mepet. Akibatnya, perbaikan data penerima tidak bisa dilaksanakan sesuai dengan harapan.

"Tahun ini, sebaiknya BSU disalurkan lebih cepat. Semakin cepat disalurkan, maka akan semakin baik. Apalagi, BSU tersebut dapat meningkatkan daya beli masyarakat yang dapat menggerakkan roda perekonomian di lapisan terbawah," pungkasnya.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA