Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Kasus Suap Banprov Untuk Indramayu, KPK Garap Legislator Jabar Periksa Waras Wasisto

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Kamis, 29 Juli 2021, 13:34 WIB
Kasus Suap Banprov Untuk Indramayu, KPK Garap Legislator Jabar Periksa Waras Wasisto
Lambang KPK/RMOL
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Waras Wasisto dalam kasus dugaan suap dana bantuan provinsi (banprov) untuk Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019 pada hari ini, Kamis (29/7).

Selain Waras Wasisto, KPK juga memeriksa dua Legislator Jabar lainnya, yakni Yusuf Puadz dan M Iqbal. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka Ade Barkah Surahman, kerabat mereka di DPRD Jabar.

"Hari ini (29/7) pemeriksaan saksi TPK suap  terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019. Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Waras Wasisto, Yusuf Puadz, dan M Iqbal," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (29/7).

Ali menuturkan, pemeriksaan ketiga anggota DPRD Jawa Barat itu digelar di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan.
 
Nama Waras sebelumnya sempat muncul di kasus Meikarta. Dalam persidangan kasus tersebut, politikus PDI Perjuangan itu disebut berperan dalam mengalirkan uang suap kepada pihak Pemprov Jabar guna mempercepat izin pembangunan Meikarta.

Meski telah beberapa kali diperiksa terkait kasus Meikarta, namun hingga kini anggota DPRD Jabar dari Fraksi PDIP itu belum ditetapkan tersangka oleh KPK.

Dalam kasus suap banprov sendiri, KPK telah menetapkan Anggota DPRD Provinsi Jabar periode 2014-2019 dan 2019-2024 Ade Barkah Surahman serta Anggota DPRD Provinsi Jabar periode 2014-2019 Siti Aisyah Tuti Handayani.

Ade diduga menerima Rp750 juta dari seorang pihak swasta bernama Carsa ES.

Kemudian, Siti diduga menerima uang sebesar Rp1,05 miliar dari Abdul Rozak Muslim. Uang itu diduga merupakan bagian dari Rp9,2 miliar yang diterima Rozak dari Carsa.

Duit itu diduga diberikan agar Ade dan Siti memastikan proposal pengajuan dana bantuan keuangan provinsi Jabar untuk kegiatan peningkatan jalan kepada pihak Dinas PUPR Indramayu diperjuangkan oleh Ade selaku wakil ketua DPRD Provinsi Jabar dan Rozak selaku anggota DPRD Provinsi Jabar. 

ARTIKEL LAINNYA