Farah.ID
Farah.ID

Luhut Baru Paham Tracing Kunci Tangani Pandemi

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Kamis, 29 Juli 2021, 17:46 WIB
Luhut Baru Paham Tracing Kunci Tangani Pandemi
Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Net
Teknik tracing merupakan kunci dalam mendeteksi virus Covid-19.

Hal itu disampaikan Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Luhut Binsar Pandjaitan, saat melaksanakan kunjungan ke Rumah Oksigen yang diinisiasi oleh GoTo di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (29/7).

"Jadi sekarang kita sudah semakin mengerti bahwa teknik tracing itu penting dalam penanganan Covid-19. Teknik tracing ini kuncinya," kata Menko Luhut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini menjelaskan, dengan teknik tracing deteksi penyebaran virus Covid-19 dapat dengan cepat diketahui, mskipun tidak menutup kemungkinan bila jumlah positif akan diketahui lebih banyak dari sebelumnya.

"Jadi saya sudah bilang Presiden nanti mungkin jumlah yang diketahui terinfeksi akan naik. Namun tidak apa apa, kan dia ‘tercabut’ (akan dikirim ke tempat isolasi) dari keluarganya. Jadi tidak terjadi banyak penularan di keluarga," ucapnya.

Dengan demikian, lanjut Luhut, untuk mereka yang terdeteksi terpapar Covid-19 bisa langsung dilakukan treatment atau perawatan.

Ia juga memastikan, jumlah tempat isolasi terpusat hingga ketersediaan tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) di RS terus diupayakan mencukupi kebutuhan pasien, termasuk dengan adanya tambahan Rumah Oksigen di Jakarta.

"Jadi ini isolasi terpusat masih berapa ribu di Jakarta, lalu rumah sakit bed-nya juga turun sekarang, sudah turun banyak. Apalagi ini juga ada Rumah Oksigen," katanya

"Saya berterima kasih sekali kepada para Kepala Dinas, GoTo, Samator, Master Steel, Tripatra, Halodoc dan TNI dan pihak terkait lainnya karena ini dapat menampung lebih banyak pasien isolasi mandiri saat ini," sambung Luhut.

Namun demikian, mantan Menko Polhukam ini berusaha untuk menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kemungkinan terburuk, sehingga pemerintah sudah lebih siap.

Sebagi contoh, Luhut menjelaskan ketersediaan tempat tidur pasien Covid-19 di Jakarta kini tersedia sekitar 9.000 lebih bed.  Sedangkan seluruh Jawa-Bali disiapkan hampir 50.000 tempat tidur yang diantaranya tersebar di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo Raya, Surabaya, Malang dan Bali.

Dengan demikian, Luhut berharap dengan langkah-langkah persiapan yang dilakukan pemerintah bisa membuat Indonesia lebih baik. Dirinya mengajak semua unsur untuk bersatu padu menghadapi masalah pandemi.

"Tidak ada yang dikerjakan satu orang, sebab peran serta masyarat sangat penting. Ini masalah kemanusiaan yang harus kita tanggulangi bersama," ungkapnya.

"Percayalah, pemerintah memberikan yang lebih baik dan bisa mengatasi bila bersama-sama dengan masyarakat semua patuh dan taat pada protokol kesehatan yang ada," pungkas Luhut.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA