Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Ketua DPR: Tindak Tegas Mafia Obat Terapi Covid-19 Tanpa Pandang Bulu!

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Sabtu, 31 Juli 2021, 21:37 WIB
Ketua DPR: Tindak Tegas Mafia Obat Terapi Covid-19 Tanpa Pandang Bulu!
Ketua DPR RI, Puan Maharani/Net
Kelangkaan obat terapi Covid-19 di rumah sakit dan apotik yang mengakibatkan harganya melonjak tinggi membuat geram Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Pasalnya, Puan Maharani melihat adanya praktik mafia obat atas kelangkaan yang terjadi. Alhasil, ia mengutuk keras para pelaku perbuatan tersebut.

"Di mana empati ketika orang sakit masih harus membayar harga mahal dan obat ditimbun demi keuntungan ekonomi? Tindak tegas semua mafia obat," seru Puan Maharani di Jakarta, Sabtu (31/7).

Meski begitu, Mantan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini memberikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang sudah berupaya mengungkap aksi penimbunan obat Covid-19.

Dia meminta temuan-temuan itu ditindaklanjuti dengan mengurai jaringan di baliknya. Karena menurutnya, persoalan kesehatan adalah salah satu mandat paling mendasar yang harus dijamin oleh negara.

Karena itu, Puan Maharani menegaskan bahwa negara harus benar-benar hadir dan memberi perlindungan, termasuk dengan menyediakan akses dan layanan kesehatan yang berkualitas, serta jaminan ketersediaan obat yang ampuh dan terjangkau.

"Perbanyak pula riset di dalam negeri untuk penyediaan obat, termasuk obat terapi untuk Covid-19. Dorong industri nasional untuk menggeluti bidang ini juga. Pangkas jalur-jalur birokrasi dan distribusi yang bisa menjadi celah bagi mafia bermain di situ," pintanya.

Pemerintah, kata Puan, sudah punya aturan harga eceran tertinggi (HET) untuk obat-obatan terapi Covid-19, yaitu lewat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021. Ia meminta aturan ini benar-benar dikawal dan menjadi patokan harga obat terapi Covid-19.

"Harus ada tindakan tegas untuk memastikan HET obat terapi Covid-19 ini berlaku nyata. Ketersediaan harus dijamin sehingga harga juga terkendali sesuai ketentuan HET," ujar Puan.

Dugaan keberadaan mafia obat terus mencuat di pemberitaan sejak pandemi menerjang pada tahun lalu. Harga obat-obat yang digunakan dalam rangkaian penanganan Covid-19 pun terpantau membumbung di pasaran, kalau pun itu tersedia.

"Kenaikan harga dan kelangkaan obat yang terjadi saat ini sudah tidak wajar. Bongkar dan tindak mafia obat tanpa pandang bulu! Negara harus hadir dengan kekuatan dan kekuasaannya untuk mengatasi ini. Jaga kepercayaan rakyat," tegasnya.

Di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang masih terjadi, sejumlah pengungkapan dugaan praktik mafia obat terus muncul di pemberitaan. Salah satu yang terbaru adalah fakta harga obat terapi Covid-19 di Papua yang mencapai Rp 25 juta.

Selain itu, aparat Kepolisian telah pula menggerebek gudang obat di kawasan Jakarta Barat yang menimbun obat-obatan termasuk obat terapi Covid-19. Penggerebekan juga dilakukan Kepolisian di Bogor, Jawa Barat, terhadap puluhan pelaku penimbun obat terapi Covid-19 dan tabung oksigen.

"Orang sakit masih harus berhadapan dengan permainan harga obat terapi Covid-19 dan alat kesehatan seperti ini tidak boleh ditolerir," tandas perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR ini.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA