Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Tantangan Makin Berat, MPR Ajak Pemerintah dan Masyarakat Bangkitkan Kebersamaan Lawan Covid-19

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Minggu, 01 Agustus 2021, 18:26 WIB
Tantangan Makin Berat, MPR Ajak Pemerintah dan Masyarakat Bangkitkan Kebersamaan Lawan Covid-19
Wakil Ketua MPR Fraksi Nasdem, Lestari Moerdijat/Net
Tantangan berat yang sedang dihadapi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi pandemi virus corona baru (Covid-19) harus diiringi dengan semangat kebersamaan semua pihak.

Terutama dalam menjalankan kebijakan pengendalian Covid-19 yang diterapkan pemerintah.

Begitu disampaikan Wakil Ketua MPR RI fraksi Nasdem, Lestari Moerdijat dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/8).

"Saat ini tantangan yang kita hadapi dalam pengendalian Covid-19 di tanah air sangat besar, baik di sisi hulu maupun hilir. Hanya dengan semangat kebersamaan sebagai sesama anak bangsa, kita akan mampu membebaskan Ibu Pertiwi dari hantaman virus Corona," kata Rerie, sapaan karib Wakil Ketua MPR RI itu.

Menurut dia, sejumlah strategi sudah diterapkan pemerintah dengan berbagai nama, mulai dari PSBB, PPKM mikro, PPKM darurat hingga PPKM level 1-4, yang saat ini pada fase perpanjangan hingga 2 Agustus 2021.

Muara dari kebijakan itu, kata Rerie, adalah membatasi mobilitas masyarakat.

Namun, kata Rerie, lantaran dalam menjalankan kebijakan tersebut belum sepenuhnya terbentuk komitmen kebersamaan yang kuat antara masyarakat dan para pemangku kepentingan, kebijakan itu belum mampu mengendalikan Covid-19.

Politikus Nasdem ini mengakui, ada sejumlah kota yang mampu menekan jumlah kasus positif Covid-19, namun lebih banyak daerah yang belum mampu menahan laju pertambahan kasus tersebut.

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan jumlah kasus positif Covid-19 di tanah air terus bertambah, per Sabtu (31/7) total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 3,4 juta, sejak diumumkan kasus pertama kali pada Maret 2020.

"Sementara positivity rate harian nasional pada tanggal yang sama tercatat 24,82 persen, masih jauh dari standard yang ditetapkan WHO yaitu di bawah 5 persen," tuturnya.

Rerie menyayangkan pertambahan kasus positif Covid-19 harian tertinggi pada Kamis (15/7) sebanyak 56.757 kasus, justru terjadi saat pemerintah menerapkan kebijakan PPKM darurat.
Demikian juga dengan angka kematian akibat Covid-19 tertinggi terjadi pada Selasa (27/7) yang tercatat 2.069 orang meninggal dunia.

Anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu melihat, belum terbentuk komitmen yang cukup kuat dari para pemangku kepentingan dan masyarakat dalam menjalankan kebijakan pengendalian Covid-19 di tanah air.

"Sejumlah pakar epidemiologi, bahkan memperkirakan upaya pengendalian Covid-19 akan dijalani dalam waktu yang cukup lama," katanya.

Pada kondisi tersebut, Rerie menilai, masyarakat dan para pemangku kepentingan membutuhkan dorongan semangat dalam setiap kesempatan agar tetap berkomitmen kuat dalam pengendalian Covid-19 di tanah air.

"Di bulan Kemerdekaan ini, menggelorakan semangat perjuangan  diharapkan bisa jadi salah satu cara untuk meningkatkan komitmen anak bangsa lewat berbagai upaya, agar bangsa ini bisa merdeka dari jerat pandemi Covid-19," ucapnya.

"Karena berjuang merebut kemerdekaan, ujarnya, bukan melulu dengan mengangkat senjata," imbuh dia.

ARTIKEL LAINNYA