Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Kasus “Ketok Palu” Berlanjut, 5 Mantan Anggota DPRD Diperiksa KPK di Polda Jambi

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Kamis, 05 Agustus 2021, 11:39 WIB
Kasus “Ketok Palu” Berlanjut, 5 Mantan Anggota DPRD Diperiksa KPK di Polda Jambi
Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri/Net
Pemeriksaan saksi-saksi kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 masih terus dilakukan. Hari ini, Kamis (5/8), sejumlah mantan anggota DPRD Provinsi Jambi dipanggil.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri mengatakan, mantan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 yang diperiksa adalah Hasyim Ayub, Agus Rama, Mesran, Luhut Silaban, dan Kusnindar.

"Pemeriksaan dilakukan di Polda Jambi untuk tersangka FR (Fahrurrozi) dkk," ujar Ali kepada wartawan, Kamis siang (5/8).

Penyidik juga memanggil beberapa saksi lainnya. Yaitu, Ismoyati selaku ibu rumah tangga, Amidy selaku PNS, Hardono alias Aliang selaku swasta, Hendri selaku swasta, Hendri Eriadi selaku PNS, dan Ismail Ibrahim selaku swasta.

Pada Rabu (4/8) di Lapas Klas IIA Jambi, penyidik memeriksa beberapa mantan anggota DPRD Provinsi Jambi. Yaitu, Effendi Hatta, Muhammadiyah, Arfan, dan Zainal Abidin.

Pada Selasa (3/8) juga memeriksa  yaitu Abdul Rahman Ismail Syahbandar selaku mantan Wakil Ketua DPRD Jambi; Cekman selaku mantan anggota DPRD Jambi; Chumaidi Zaidi selaku Wakil Ketua DPRD Jambi; Elhelwi selaku mantan anggota DPRD Jambi.

Selanjutnya, Gusrizal selaku mantan anggota DPRD Jambi; Cornelis Buston selaku mantan Ketua DPRD Jambi; Parlagutan Nasution selaku mantan anggota DPRD Jambi; Sufardi Nurzain selaku mantan anggota DPRD Jambi; Supriyono selaku mantan anggota DPRD Jambi; dan Tadjudin Hasan selaku mantan Ketua DPRD Jambi.

Adapun tersangka dalam perkara ini adalah Fahrurrozi (FR), Arrakhmat Eka Putra (AEP), Wiwid Iswhara (WI), dan Zainul Arfan (ZA). Para tersangka merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019.

Keempat tersangka itu merupakan tersangka baru dalam perkara suap terhadap anggota DPRD Jambi terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi TA 2017 dan 2018 yang sebelumnya menjerat Gubernur Jambi periode 2016-2021, Zumi Zola.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka pada 26 Oktober 2020 dan baru resmi ditahan pada Kamis (17/6).

Dalam konstruksi perkara, para unsur pimpinan DPRD Jambi diduga meminta uang "ketok palu", menagih kesiapan uang "ketok palu", melakukan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut, meminta jatah proyek dan/atau menerima uang dalam kisaran Rp 100 juta atau Rp 600 juta per orang.

Selain itu, para unsur pimpinan Fraksi dan Komisi di DPRD Jambi juga diduga mengumpulkan anggota fraksi untuk menentukan sikap terkait dengan pengesahan RAPBD Jambi, membahas dan menagih uang "ketok palu", menerima uang untuk jatah fraksi sekitar dalam kisaran Rp 400 juta hingga Rp 700 juta untuk setiap fraksi dan/atau menerima uang untuk perorangan dalam kisaran Rp 100 juta, Rp 140 juta atau Rp 200 juta.

Khusus para tersangka yang duduk di Komisi III tersebut, diduga telah menerima sejumlah uang.

Fahrurrozi diduga menerima sejumlah Rp 375 juta, Arrakhmat Eka Putra menerima sejumlah Rp 275 juta, Wiwid Iswhara menerima sejumlah Rp 275 juta, dan Zainul Arfan menerima sejumlah Rp 375 juta.

ARTIKEL LAINNYA