Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Gibran Jokowi Berani Terang-terangan Bersikap di Luar Komando, Direktur P3S: Mega Sedang Dihadapkan Ujian Loyalitas

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Sabtu, 07 Agustus 2021, 16:23 WIB
Gibran Jokowi Berani Terang-terangan Bersikap di Luar Komando, Direktur P3S: Mega Sedang Dihadapkan Ujian Loyalitas
Presiden Joko Widodo dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka/Net
Dinamika internal PDI Perjuangan belakangan semakin menunjukkan keterbelahan antara kubu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan kubu Presiden Joko Widodo.

Teranyar soal baliho Ketua DPR RI Puan Maharani, yang menghiasi sudut-sudut jalanan di banyak daerah. Tak terkecuali di kota kelahiran Jokowi yaitu Kota Solo.

Pemasangan baliho Puan Maharani di tanah Kasunanan Surakarta itu tak dilarang oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Tapi seolah tak ambil pusing, putra sulung dari orang nomor satu di Indonesia itu mengungkap asal perintah dari pemasangan baliho Puan tersebut.

"Iya. Itu (pemasangan baliho Puan) ada instruksi dari partai," katanya usai meninjau Pasar Klewer bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (5/8).

Fenomena ini terus menyeruak hingga hari ini, bahkan menyeret nama Jokowi yang belakangan dikait-kaitkan oleh sejumlah analis, pengamat atau pemerhati politik mengenai ketidakharmonisannya dengan Megawati.

Mulanya, isu ketidakharmonisan Jokowi dengan Megawati mencuat setelah Presiden RI kelima itu menyinggung perihal komando pelaksanaan kebijakan penanganan Covid-19 yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang sekarang sudah berubah nomenklaturnya menjadi PPKM Level 4.

Seperti penilaian analisis lainnya, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, juga menduga penunjukkan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Kordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, merupakan bentuk lain dari tanda-tanda keretakan Jokowi dengan PDIP

"Saya lihat Jokowi lebih cenderung ke Golkar. Lantaran semua hal menyangkut penanganan Covid-19 diserahkan ke Luhut Pandjaitan dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto," ujar Jerry saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (7/8).

Di samping itu, Jerry juga melihat kecendrungan sikap Jokowi menjelang tahun Pemilu 2024. Di mana, gelagat atau tindak tanduk Jokowi justru kelihatan tidak mendukung sikap Megawati yang menginginkan putrinya, Puan Maharani, sebagai capres 2024 dari PDIP.

Malah, kata Jerry, Jokowi punya kedekatan dengan Gubernur Jawa Timur, Ganjar Pranowo, yang beberapa waktu lalu ditemani Presiden untuk memantau vaksinasi warga di Jawa Tengah. Padahal pada waktu bersamaan, ada acara penyerahan jabatan guru besar kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan) kepada Megawati Soekarnoputri.

Malah, kata Jerry, Jokowi punya kedekatan dengan Gubernur Jawa Timur, Ganjar Pranowo, yang beberapa waktu lalu ditemani Presiden Jokowi untuk memantau vaksinasi untuk warga di Jawa Tengah. Padahal pada waktu bersamaan, ada acara penyerahan jabatan guru besar kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan) kepada Megawati Soekarnoputri.

"Dengan hadirnya Baliho Puan Maharani dimana-mana bisa saja ini untuk mendongkrak popularitas Puan. Tapi disatu sisi, Mega diperhadapkan dengan loyalitas di partai. Apalagi Jokowi lebih cenderung ke Golkar," demikian Jerry Massie.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA