Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Meski Ditinggal Yenny Wahid, Triawan Munaf dan Peter Gontha, Erick Thohir Pede Garuda Bisa Sehat Lagi

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Jumat, 13 Agustus 2021, 19:24 WIB
Meski Ditinggal Yenny Wahid, Triawan Munaf dan Peter Gontha, Erick Thohir Pede Garuda Bisa Sehat Lagi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir/Net
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. melakukan perombakan struktural kelembagaan, mulai dari jajaran komisaris hingga direksi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyebutkan sejumlah tokoh yang meninggalkan jabatannya dari kursi komisaris dan direksi Garuda Indonesia.

Di mana, ada Triawan Munaf, Peter F. Gontha, Zannuba Arifah Ch. R (Yenny Wahid), dan Elisa Lumbantoruan, yang diberhentikan dengan hormat dari jabatan Anggota Dewan Komisaris.

Sementara, Erick Thohir juga memberhentikan dengan hormat Dony Oskaria dan M. Rizal Pahlevi dari Anggota Dewan Direksi perusahaan.

Pemberhentian keenam orang tersebut dilakukan Erick Thohir demi alasan efisiensi dan transformasi Garuda Indonesia.

"Kementerian BUMN memastikan transformasi dan efisiensi terus terjadi di Garuda Indonesia, dengan mengurangi jumlah komisaris dari 5 menjadi 3 orang, serta jumlah direksi dari 8 orang menjadi 6 orang," ujar Erick dalam keterangan tertulis, Jumat malam (13/8).

Akan tetapi, Erick Thohir dalam RUPST ini mengangkat dua sosok untuk menempati kursi Komisaris, yang dia nilai memiliki keahlian dan rekam jejak yang tidak diragukan lagi di bidang restrukturisasi dan manajemen risiko perusahaan.

Di mana salah satunya ialah Chairal Tanjung yang diangkat menjadi Komisaris dengan tujuan untuk memperkuat pengawasan perusahaan.  

Dengan dirombaknya struktur teratas Garuda Indonesia tersebut, Erick percaya diri (pede) maskapai penerbangan plat merah ini bisa kembali fokus pada dua hal utama.

Pertama, perubahan model bisnis dengan fokus pada layanan penerbangan domestik. Serta kedua, negosiasi dengan lessor, baik lessor yang memang memiliki hubungan B2B namun kontraknya perlu dinegosiasi ulang, juga lessor yang tersangkut kasus yang saat ini sudah masuk dalam proses hukum.

"Ini momen bagi Garuda Indonesia untuk bersih-bersih dari permasalahan keuangan dan kinerja operasional, serta menata kembali fundamental bisnisnya. Setiap prosesnya akan saya kawal penuh," pungkasnya.

Adapun struktural komisaris dan direksi yang disepakati dan diputuskan di dalam RUPTS PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. hari ini adalah sebagai berikut:

Dewan komisaris

1. Timur Sukirno (Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen)
2. Chairal Tanjung (Komisaris)
3. Abdul Rachman (Komisaris Independen)

Dewan Direksi

1. Irfan Setiaputra (Direktur Utama)
2. Prasetio (Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko)
3. Tumpal Manumpak Hutapea (Direktur Operasi)
4. Aryaperwira Adileksana (Direktur Human Capital)
5. Rahmat Hanafi (Direktur Teknik)
6. Ade R. Susardi (Direktur Layanan dan Niaga).
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA