Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Pembayaran Bunga Utang di RAPBN 2022 Naik, Begini Komitmen Sri Mulyani

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Selasa, 24 Agustus 2021, 22:44 WIB
Pembayaran Bunga Utang di RAPBN 2022 Naik, Begini Komitmen Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Net
Beban pembayaran bunga utang negara yang disusun pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2022 mengalami kenaikan.

Sebagaimana yang tertuang di dalam Buku Nota Keuangan RAPBN 2022, pemerintah harus membayar bunga utang sebesar Rp 405,87 triliun. Jika dibandingkan dengan outlook APBN 2021 yang sebesar Rp 366,2 triliun, terjadi kenaikan sebanyak 10,8 persen.

Dalam rincian pembayaran bunga utang di dalam RAPBN 2022 disebutkan, bahwa pemerintah membutuhkan dana sebanyak Rp 393,7 triliun untuk membayar bunga utang dalam negeri.

Sementara sisa dari total beban pembayaran bunga utang di dalam RAPBN 2022, yaitu yang sebesar Rp 12,2 triliun, disediakan untuk membayar bunga utang luar negeri.

Pada Selasa siang (24/8), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pidatonya di dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-3 Masa Persidangan  Tahun Sidang 2021-2022, yang salah satu isinya berbicara mengenai utang.

Dalam kesempatan tersebut dirinya menyatakan komitmennya untuk mengelola APBN secara prudent dengan tetap berupaya menekan peningkatan utang dan beban bunganya.

Salah satu cara yang dia ungkapkan untuk mewujudkan komitmennya tersebut adalah mengambil sejumlah langkah kerja sama dengan pemangku kebijakan lainnya, termasuk salah satunya Bank Indonesia.

"Berbagai kebijakan extraordinary yang dilakukan, termasuk kerja sama dengan Bank Indonesia, merupakan langkah-langkah yang akan terus dilakukan secara proper," demikian Sri Mulyani.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA