Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Pogram Baru Risma Dinilai Visioner dan Nasionalistis, Bukhori Yusuf: Terima Kasih Bu Mensos

LAPORAN: AGUS DWI
  • Selasa, 07 September 2021, 20:08 WIB
Pogram Baru Risma Dinilai Visioner dan Nasionalistis, Bukhori Yusuf: Terima Kasih Bu Mensos
Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf dan Mensos Tri Rismaharini/Repro
Program nasional menyantuni anak-anak yatim, piatu, dan yatim-piatu yang disusun Menteri Sosial Tri Rismaharini disambut gembira oleh anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Mensos yang telah mengeluarkan program yang memang dibutuhkan masyarakat di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19.

“Saya menyambut positif program baru Mensos Risma yang mengusung nama ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial). Program ini relevan dan senapas dengan ‘concern’ Komisi VIII DPR RI terhadap persoalan sosial belakangan ini. Sejak awal pandemi, kami sudah mulai menaruh perhatian yang tinggi terhadap kelompok rentan imbas pandemi, salah satunya anak-anak,” tutur Bukhori di hadapan Menteri Sosial Risma saat acara serah terima bantuan di Pendopo Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu.  

Anggota Komisi Sosial ini menerangkan, program yang membantu anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu belum pernah ada sebelumnya. Menurutnya, program ini adalah wujud inovasi Kemensos yang responsif menjawab tantangan sosial seiring dengan berkembangnya zaman.

“Bantuan bagi anak yatim piatu ini merupakan yang perdana, memiliki konten yang humanis, sehingga layak memperoleh apresiasi," ucap Bukhori melalui keterangannya, Selasa (7/9).

"Berdasarkan catatan yang saya peroleh, terdapat sebanyak 25 ribu anak yang sudah terdaftar sebagai penerima manfaat program ini. Alhamdulillah,” tambahnya.

Politikus PKS ini menambahkan, program santunan bagi kelompok anak rentan ini memiliki karakter yang visioner dan nasionalistis. Sebab, program ini mencerminkan kepedulian Menteri Sosial dalam menyelamatkan generasi sekaligus masa depan bangsa.

“Menyelamatkan anak-anak berarti menyelamatkan masyarakat. Dan itu juga berarti menyelamatkan bangsa.” pungkasnya.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA