Farah.ID
Farah.ID

Ditarget Jadi Agro Eduwisata Terbesar di Asia Tenggara, Kementan Dukung Lido World Garden Lewat Riset Pertanian

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Rabu, 15 September 2021, 14:55 WIB
Ditarget Jadi Agro Eduwisata Terbesar di Asia Tenggara, Kementan Dukung Lido World Garden  Lewat Riset Pertanian
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (tengah) saat meresmikan Pembangunan Lido World Garden di Sukabumi pada Selasa, 8 September 2021/Repro
Penelitian dan pengembangan pertanian melalui pembangunan agro eduwisata didukung Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satu yang sudah mulai pembangunan adalah Lido World Garden.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, dirinya sudah meresmikan Pembangunan Lido World Garden di Sukabumi pada Selasa, 8 September 2021.

Katanya, alasan Kementan mendukung pembangunan Lido World Garden yang direncanakan akan menjadi agro eduwisata terbesar di Asia Tenggara tersebut karena ingin mewujudkan pengembangan dan penelitian di bidang pertanian.

Kementan, ujar Syahrul, akan mengisi Lido World Garden dengan hasil riset dan inovasi pengembangan pertanian yang telah dilakukan oleh peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

"Kita akan perlihatkan di Lido World Garden ini, hasil riset Balitbangtan kami bersinergi dengan litbang-litbang lainnya, bisa menjadi edukasi bagi masyarakat serta mewujudkan kerjasama yang holistik," ujar Syahrul dalam keterangan tertulis pada Rabu (15/9).  

Syahrul memaparkan, Lido World Garden rencananya akan didirikan di atas lahan seluas 17 hektare dan merupakan bagian dari MNC Lido City. Melalui Peraturan Pemerintah (PP) 69/2021, Presiden Joko Widodo telah menetapkan MNC Lido City sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Sesuai arahan Presiden, mereka yang terlibat dalam upaya mengakselerasi perekonomian, maka harus di-support secara maksimal. Bersama Kemenko Perekonomian, kami akan berupaya memberikan dukungan dan fasilitasi sesuai peraturan yang berlaku," katanya.

Kerjasama antara Kementan dan MNC Land sebagai pengelola Lido World Garden diejawantahkan dalam bentuk Mutual of Understanding (MoU). Selain pemanfaatan hasil inovasi teknologi pertanian dan dukungan pelaksanaan wisata yang terintegrasi, Kementan juga akan memberikan dukungan pelaksanaan pengadaan tanaman endemik untuk riset, serta kerja sama program pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian.

"Kita harapkan dengan Lido World Garden ini, publik bisa mengakses inovasi teknologi pertanian kita. Tentunya semua ini bisa berjalan dengan baik bila kita bisa gerakkan secara maksimal," imbuhnya.


Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, turut mengapresiasi partisipasi Kementan di Lido World Garden. Apalagi ke depannya, ia mengira peran digital akan semakin penting di dalam pertanian.

"Ke depannya kita akan menyongsong era digital agriculture. Lido World Garden bisa menjadi etalase teknologi digital pertanian," ujar sosok yang kerap disapa Kang Emil ini.

Terkait pengembangan digitalisasi pertanian, Ridwan Kamil berpendapat upaya yang dilakukan pemerintah akan sangat mempengaruhi peningkatan minat anak muda dalam bertani.

"Masa depan kita nantinya akan banyak anak muda yang tinggal di desa, tapi memiliki rejeki kota karena mereka memanfaatkan teknologi dalam menjalankan usaha pertanian," ujar Ridwan.

Sementara itu, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengharapkan kerja sama antara Kementan dan MNC Land dapat menjadi atraksi yang menarik bagi turis domestik maupun mancanegara.

"Selain dapat menambah keindahan, Lido World Garden kami harapkan menampilkan hasil riset dan inovasi yang telah dilakukan Kementan, dan juga dapat memperlihatkan kemajuan teknologi Indonesia di bidang pengembangan pertanian," ujar Hary.

Dirinya menambahkan, bila dikelola lebih maksimal lagi, kegiatan riset dan inovasi pengembangan pertanian yang dilakukan para peneliti Kementan dapat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat, dan juga menjadi promosi Indonesia di dunia Internasional.

Hary menargetkan, pembangunan dapat selesai pada tahun 2022. jika telah beroperasi secara penuh, KEK MNC Lido dapat menyerap 6-7 juta pengunjung dalam 5 tahun ke depan.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA