Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Natuna Utara Diterobos Kapal Asing, Komisi I DPR Minta Pemerintah Perkuat Patroli Laut

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Jumat, 17 September 2021, 09:15 WIB
Natuna Utara Diterobos Kapal Asing, Komisi I DPR Minta Pemerintah Perkuat Patroli Laut
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta/Net
Komisi I DPR RI meminta pemerintah untuk serius dalam meningkatkan kapasitas patroli keamanan wilayah laut terluar Indonesia. Sebab, selain merugikan secara ekonomi juga bisa membahayakan kedaulatan wilayah Indonesia.

Seruan disampaikan menyusul ratusan bahkan ribuan kapal Vietnam hingga China yang telah menerobos masuk secara ilegal wilayah Indonesia di Laut Natuna Utara saat dilakukan pemantauan secara langsung dari udara.

"Terutama di wilayah Laut Natuna Utara, perlu ada konsentrasi yang lebih besar untuk melakukan patroli. Wilayah ini berdekatan dengan zona sengketa di laut China Selatan antara China dan negara-negara Asean. Beberapa kali juga terjadi insiden kapal coast guard China masuk wilayah Indonesia," kata anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta kepada wartawan, Jumat (17/9).

Atas dasar itu, apabila Indonesia tidak meningkatkan kualitas patroli keamanan wilayah laut terluar, maka bisa berdampak pada kedaulatan negara yang telah dipertahankan.

"Jika Indonesia tidak bisa menunjukkan kekuatan patroli keamanan yang memadai, pihak asing akan leluasa mengobok-obok wilayah Indonesia," katanya.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini mengusulkan tiga pendekatan dalam mengatasi persoalan tersebut. Pertama, dengan memperkuat kekuatan kapal patroli Bakamla.

Bakamla menyebut hanya memiliki 10 kapal untuk patroli, ini tentu sangat minim untuk menjaga wilayah laut Indonesia yang luas. Industri pertahanan milik Indonesia bisa lebih digiatkan untuk memproduksi kapal-kapal jenis coast guard.

"Ini untuk mendukung cakupan patroli yang selama ini dilakukan," tuturnya.

Kedua, menurut Sukamta, yang perlu diperkuat adalah koordinasi keamanan laut, dengan melibatkan berbagai kekuatan yang dimiliki. Dalam hal ini kerjasama yang telah dilakukan Bakamla dengan TNI AU untuk melakukan patroli udara ini bagus dan perlu diperkuat.

"Bakamla juga bisa bekerjasama dengan LAPAN untuk memperkuat pemanfaatan teknologi penginderaan melalui satelit dan udara," ucapnya.

Lalu yang ketiga, masih kata Sukamta, pendekatan untuk mengamankan wilayah laut Indonesia bisa dengan mencontoh strategi China mengerahkan milisi laut dalam sengketa di Laut China Selatan.

Indonesia punya banyak nelayan handal, mereka bisa dilibatkan untuk ikut mengamankan wilayah Laut Natuna Utara. Pengerahan nelayan-nelayan Indonesia di wilayah yang rawan dimasuki pihak asing, bisa ikut membantu memberikan informasi ke Bakamla.

"Dalam hal ini pemerintah bisa memberikan fasilitasi berupa alat monitor dan BBM kepada nelayan-nelayan Indonesia," tandasnya. 

ARTIKEL LAINNYA