Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Terpilih sebagai Ketum KNPI versi Abdul Aziz Fauzi, Raden Andreas Diharapkan Bisa Satukan Perpecahan

LAPORAN: AGUS DWI
  • Selasa, 21 September 2021, 00:49 WIB
Terpilih sebagai Ketum KNPI versi Abdul Aziz Fauzi, Raden Andreas Diharapkan Bisa Satukan Perpecahan
Raden Andreas terpilih sebagai Ketua Umum KNPI versi Abdul Aziz/Ist
Perpecahan yang melanda tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) belum menemukan jalannya untuk kembali bersatu. Hal ini terlihat dari terpilihnya Raden Andreas Nandiwardhana sebagai Ketua Umum KNPI versi Abdul Aziz.

Andreas terpilih dalam Kongres XVI KNPI yang digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang berlangsung 20-23 September 2021. Andreas akan memimpin KNPI untuk periode 2021-2024.

Ketua KNPI periode 2018-2021 Abdul Azis berharap Andreas dapat menyatukan KNPI.  Azis menegaskan, persatuan KNPI harus tetap dijaga. Pihaknya juga selama ini telah berupaya untuk menyatukan organisasi kepemudaan, agar tidak terpecah belah.

Aziz meminta Kongres XVI KNPI harus mampu menyatukan organisasi kepemudaan yang selama ini terbelah agar kembali utuh.

"Ini komitmen kita bersama, jadi siapapun yang akan meneruskan estafet kepemimpinan saya, harus mampu meneruskan semangat persatuan pemuda,” ujar Aziz dalam keteranganya, Senin (20/9).

Ketua Umum KNPI terpilih Raden Andreas mengucapkan terima kasih atas dukungan dari para senior KNPI. Ia berjanji akan menjaga amanah yang diembannya agar organisasi yang dipimpinnya lebih baik.

“Oleh karenanya, kami butuh masukan dan kerja sama dari pengurus dan OKP untuk membesarkan dan menyatukan KNPI,” ucap Andreas.

Kondisi KNPI saat ini terpecah, antara KNPI versi Abdul Aziz dan KNPI versi Haris Pertama. KNPI versi Abdul Aziz bahkan telah menggelar kongres di Lombok.

Dalam kongres itu ikut hadir Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Fahd el Fouz A Rafiq, Sekjen Bapera Mustafa Raja, Sekretaris MPI Ilyas Indra, dan Sekjen KNPI periode sebelumnya Fadli Alimin.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA