Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Hoax Ancam Ketahanan Nasional, Digital Media Monitoring Bisa Jadi Solusi

LAPORAN: AGUS DWI
  • Kamis, 23 September 2021, 04:20 WIB
Hoax Ancam Ketahanan Nasional, Digital Media Monitoring Bisa Jadi Solusi
DR. Donny Yusgiantoro (berdiri paling kanan) saat memberikan pemaparan dalam Coffee Morning IKAL Lemhannnas, Rabu pagi (22/9)/RMOL
Hoax sudah tidak bisa dipandang sebagai sebuah fenomena biasa. Karena hoax kini bisa menimbulkan ancaman bagi ketahanan nasional. Karena itu butuh solusi yang tepat untuk bisa menangkal penyebaran hoax ini.

Menurut Dosen Universitas Pertahanan, Donny Yusgiantoro, hoax telah mengancam bagian-bagian ketahanan nasional. Apabila hoax mengancam bagian-bagian ketahanan nasional, maka kondisi ketahanan nasional terganggu.

"Kami di Lemhanas belajar kepemimpinan, belajar manajemen. Pemimpin yang baik harus punya manajemen yang baik. Manajemen yang baik harus menghasilkan regulasi yang baik, regulasi itu ya kebijakan publik," ujar Donny dalam Coffee Morning IKAL Lemhannas yang digelar di kediaman Ketua Umum Ikatan Alumni Lemhannas Jenderal (Purn) Agum Gumelar di Jalan Panglima Polim III, Jakarta Selatan, Rabu (22/9).

"Dan kalau kita membuat satu keputusan publik itu harus bisa melihat diri kita sendiri," tambahnya.

Dalam paparannya, pengajar di Universitas Indonesia ini menyebut hoax telah mempengaruhi tingkat kesopanan orang Indonesia dengan persentase 47%. Pun hoax ini bisa menurunkan tingkat kesempatan kerja.

Ia mencontohkan kasus-kasus yang ada di Indonesia. Seperti kasus hoax panas bumi, di mana pengertian yang timbul di masyarakat adalah bahwa pengusaha panas bumi itu menguras air.  Sehingga masyarakat nanti tidak akan kebagian air.

"Hal-hal seperti yang harus dibendung, harus dijelaskan (yang benarnya)," kata Donny.

Terkait dengan kebijakan publik, lanjut Donny, semakin banyaknya informasi sebenarnya juga membingungkan. Sebab, informasi-informasi itu tapi tidak bisa diidentifikasi apakah ini benar atau tidak.

"Alih-alih menyelesaikan masalah karena ketidakcukupan informasi atau informasi yang hoax dan sebagainya malah menimbulkan masalah baru," jelasnya.

"Untuk mendapatkan hal tersebut maka Digital Media Monitoring adalah sebuah sistem dan mekanisme yang paling tepat untuk mendapatkan data kuantitatif dan kualitatif. Kita perlu menggunakan sistem ini untuk menghasilkan analisa dan kajian yang lebih tepat di era digital saat ini," demikian Donny Yoesgiantoro.

Diskusi bertema “Hoax Mengancam Ketahanan Nasional” ini menghadirkan dua pembicara yakni Dr. Donny Yusgiantoro dan Dr. Rosarita Niken Widiastuti.

Sejumlah wartawan senior juga ikut hadir langsung dalam kegiatan itu. Antara lain Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal Depari, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa, Ketua PWI DKI Jakarta Sayid Iskandasyah, Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo, dan Pemimpin Redaksi JPNN Auri Jaya.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA