Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Sidang Umum PBB, Jokowi Soroti Masalah Pandemi, Ekonomi, Perubahan Iklim, dan Keberagaman

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Kamis, 23 September 2021, 08:39 WIB
Sidang Umum PBB, Jokowi Soroti Masalah Pandemi, Ekonomi, Perubahan Iklim, dan Keberagaman
Presiden Joko Widodo saat berpidato virtual di Sidang Umum PBB/Setkab
Penanganan pandemi, pemulihan perekonomian global, ketahanan iklim, hingga perdamaian dalam keberagaman menjadi topik yang disampaikan dalam pidato Presiden Joko Widodo di sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-76 PBB.

Pidato Jokowi itu direkam dari Istana Kepresiden Bogor, kemudian ditampilkan virtual di Sidang Umum PBB yang digelar di New York, Amerika Serikat.

Jokowi mengurai bahwa banyak hal yang bisa dilakukan bersama di masa pandemi. Pertama adalah bersama-sama memberikan harapan bahwa pandemi Covid-19 akan bisa tertangani dengan cepat, adil, dan merata.

Kemampuan dan kecepatan antarnegara dalam menangani pandemi Covid-19, termasuk vaksinasi, sangat timpang. Padahal semua tahu bahwa dalam penanganan pandemi “no one is safe until everyone is”.

“Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi. Hal-hal ini harus bisa kita selesaikan dengan langkah-langkah nyata,” ujarnya seperti diberitakan laman Setkab.

Untuk itu, Jokowi menyerukan kepada seluruh negara untuk menata ulang arsitektur sistem ketahanan kesehatan global. Dalam mencapai hal tersebut, diperlukan mekanisme baru untuk penggalangan sumber daya kesehatan global, baik pendanaan, vaksin, obat-obatan, alat-alat kesehatan, dan tenaga kesehatan secara cepat dan merata ke seluruh negara.

“Diperlukan standarisasi protokol kesehatan global dalam hal aktivitas lintas batas negara, misalnya perihal kriteria vaksinasi, hasil tes, maupun status kesehatan lainnya,” jelasnya.

Sorotan kedua Jokowi adalah pemulihan perekonomian global. Baginya, hal ini hanya bisa berlangsung jika pandemi terkendali dan antarnegara bisa bekerja sama dan saling membantu untuk pemulihan ekonomi.

Indonesia dan negara berkembang lainnya, membuka pintu seluas-luasnya untuk investasi yang berkualitas, yaitu yang membuka banyak kesempatan kerja, transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan berkelanjutan.

Poin ketiga Jokowi adalah penegasan komitmen Indonesia terhadap ketahanan iklim, pembangunan yang rendah karbon, serta teknologi hijau sudah jelas dan tegas.

Tetapi, proses transformasi energi dan teknologi tersebut harus memfasilitasi negara berkembang untuk ikut dalam pengembangan industri dan menjadi produsen teknologi.

“Pandemi Covid-19 mengingatkan kita tentang pentingnya penyebaran sentra produksi kebutuhan vaksin di dunia di banyak negara,” ungkapnya.

Terakhir,  Jokowi meminta dunia serius melawan intoleransi, konflik, terorisme dan perang. Perdamaian dalam keberagaman, jaminan hak perempuan dan kelompok minoritas harus ditegakkan.

“Harapan besar masyarakat dunia tersebut, harus kita jawab dengan langkah nyata dengan hasil yang jelas,” tandasnya.

ARTIKEL LAINNYA