Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Berada di Level Terendah, Presiden Minta Pemprov Papua, Aceh, Sumbar dan Sulbar Genjot Vaksinasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Senin, 25 Oktober 2021, 18:38 WIB
Berada di Level Terendah, Presiden Minta Pemprov Papua, Aceh, Sumbar dan Sulbar Genjot Vaksinasi
Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) wilayah luar Pulau Jawa dan Bali, Airlangga Hartarto/Repro
rmol news logo Capaian vaksinasi Covid-19 di empat provinsi di luar Pulau Jawa dan Bali berada pada level terendah. Hal ini menjadi catatan serius Presiden Joko Widodo.

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) wilayah luar Pulau Jawa dan Bali, Airlangga Hartarto, menyampaikan pesan Presiden tersebut dalam jumpa pers virtual evaluasi mingguan PPKM, pada Senin sore (25/10).

"Bapak presiden memberi catatan khusus ke Papua, Aceh Sumbar dan Sulbar untuk terus ditinkkatkan (vaksinasinya), kerena mereka salah satu yang terendah di level 24-33 persen," ujar Airlangga dikutip melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Capaian berbeda, diungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini, di lima provinisi luar Pulau Jawa-Bali lainnya. Dia menyebut Kepulauan Riau (Kepri), Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara mencatat capaian vaksinasi di atas capaian nasional untuk dosis pertama.

"Sedangkan 22 provinsi lainnya masih di bawah nasional. Dan ini arahannya (Presiden) untuk terus diakselerasi," ucapnya.

Khusus untuk daerah dengan capaian vaksinasi dosis kedua di atas nasional yang ada di luar Jawa-Bali, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menyebutkan empat daerah, yang di antaranya Kepri, Babel, Kaltim dan Jambi.

"Sementara 23 provinsi lain capaiannya di bawah nasional atau rata-rata di bawah 32,67 persen," demikian Airlangga. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA